MOESTOPO

Pendiri sekaligus Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo, lahir di Ngadiluwih, Kediri 13 Juni 1913. Ia adalah purnawirawan mayor jenderal TNI-AD yang pada masa perang kemerdekaan terkenal dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Setelah kuliahnya di STOVIT (Sekolah Kedokteran Gigi zaman penjajahan Belanda) terputus karena pendudukan Jepang, Moestopo masuk PETA. Pada perang kemerdekaan ia membentuk pasukan "setan" yang anak buahnya antara lain terdiri atas para pencopet, residivis, dan pelacur. Selain memimpin pasukan, ia juga sering berkeliling kota untuk mengobarkan semangat pertempuran. Putra Kediri ini pernah menjabat Menteri Pertahanan ad interim, Kepala Departemen Kesehatan TNI-AD, dosen di Universitas Pajajaran Bandung, dan dosen tamu di Osaka Dental University, Jepang.

Sebagai perwira berpangkat kolonel sejak awal 1950-an, ia adalah pejabat penting di RS Angkatan Darat dan kepala bagian bedah rahang. Pada sore hari ia membuka praktik di rumahnya. Merasakan masih terbatasnya tukang gigi di Indonesia, baik kualitas maupun jumlahnya, Moestopo mendirikan Kursus Kesehatan Gigi Dr. R. Moestopo, tahun 1952. Pada 1957, Moestopo mendirikan lagi Kursus Tukang Gigi Intelek dan kemudian menjadi Universitas Prof. Dr. Moestopo. Sering menyebut dirinya Bapak Pengamal Pancasila.