MOEFFREINI MOEKMIN

Tokoh pejuang 45 yang memiliki peran penting pada peristiwa rapat raksasa Ikada 19 September 1945 di Jakarta. Ia merupakan seorang perwira PETA (Tentara Pembela Tanah Air) angkatan pertama dan aktif turut serta dalam perjuangan PETA sebagai sayap militer dari pergerakan kemerdekaan nasional modern yang dimulai sejak Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908. Di Batalyon PETA I Jakarta (bertugas melakukan pengamanan
terhadap pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945) ia menjabat sekretaris/ajudan Komandan Batalyon Kasman Singodimedjo.

Pada tanggal 27 Agustus 1945 diangkat sebagai komandan BKR Jakarta dan bermarkas di Jl. Cilacap 5 Jakarta Pusat. Berkat kepemimpinannya, BKR Jakarta bertanggungjawab atas keamanan dan ketertiban keseluruhan rapat raksasa (19 September 1945) yang dihadiri 400.000 orang dan mampu mengatasi usaha gangguan dari pihak Jepang sehingga acara berlangsung dengan tertib, tenang dan disiplin dari pagi hingga sore.

Berdasarkan Dekrit Presiden RI, 5 Oktober 1945 tentang pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat ) BKR Jakarta menjadi Resimen TKR Jakarta di bawah pimpinan Letkol Moeffreini Moe'min. Tanggal 19 Nopember 1945 berubah menjadi Resimen TKR Cikampek dan menghadapi ujian berat ketika harus turut berpartisipasi dalam pelaksanaan operasi POPDA dari Desember 1945 hingga Maret 1947 yang bertanggungjawab pengamanan terhadap keselamatan 22.500 APWI dan atas lalu lintas tiga kali kereta api perbekalan APWI.Dalam melaksanakan tugas ini terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap Letkol Soeroto Koento, Mayor Adel Sofyan serta dua orang pengawal yang terjadi tanggal 26 Nopember 1946 di desa Warung Bambu, 10 km sebelah timur kota Karawang.