Michiels, Av

Seorang prajurit karier. Nama lengkapnya Andries Victor Michiels, lahir di Maastricht (Nederland), 23 April 1797 dari pernikahan J. Michiels (seorang Pengacara) dan A. Gillis. Pada saat umur 17 tahun, masuk dinas militer, mula-mula dengan pangkat Letnan Dua pada bala tentara Prancis, lalu dinaikkan menjadi Letnan Satu. Pada tahun 1817, bertolak ke P. Jawa dan sangat berperan saat penindasan pemberontakan rakyat di Cirebon. Karena keberaniannya, tanggal 19 Agustus 1818 pangkatnya dinaikkan menjadi Kapten. Dalam Perang Diponegoro kariernya terus meningkat, sehingga 8 Mei 1827 pangkatnya dinaikkan menjadi Mayor.

Setelah Perang Jawa, ia dipindahkan ke Sumatra Utara menjadi ajudan Gubernur Jendral Van den Bosch tanggal 22 Februari 1831. Setahun kemudian pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Kolonel tangga1 17 Mei 1832. Karena keberaniannya dan strategi yang baik pada r'832, ia dipindahkan untuk ikut ekspidisi ke Karawang dan tahun berikutnya ke Jambi dan diangkat menjadi komandan militer untuk Sumatera Barat. Ia dianggap berjasa dalam menaklukkan Imam Bonjol. Atas keberhasilannya tersebut, 3 Oktober 1837, pangkatnya dinaikkan menjadi Kolonel. Tahun 1838 ditugaskan sebagai Gubernur Sipil dan Militer di Sumatra Barat. Pada masa jabatan ini beberapa daerah telah dapat dikuasainya antara lain Tigabelas Kota, Baros, Tapos dan Singkel, sedangkan pemberontakan di Patipuh juga dapat ditumpas. Serangan dari timur dapat dielakkan dan Sungai Pagu dapat didudukinya. Atas jasa-jasanya ini pada tahun 1843 pangkatnya dinaikkan menjadi Mayor Jenderal tituler.

Sebagai kepala pemerintahan di bidang sipil, dia dapat menemukan peraturan yang menguntungkan, berkait peraturan kewajiban penyerahan kopi rakyat kepada pemerintah. Tanggal 8 Februari 1849, diangkat menjadi Komandan KNIL, sambil menunggu kedatangan Pangeran Bernard van Seksen Welmar Eisenbach yang menjabat Panglima Tertinggi dari Negeri Belanda. Sebagai komandan KNIL, memimpin Ekspidisi II ke Bali untuk menumpas pemberontakan di sana, dan mencapai banyak kemenangan. Namun pada saat penyerangan di Bali tepatnya di Bivak ia gugur, ketika laskar Bali dari Kerajaan Klungkung menyergapnya tanggal 25 Mei 1849. Untuk mengenang keberanian dan jasa-jasanya, pemerintah Belanda mendirikan Monumen Michiels di pojok Waterlooplein, Batavia. Saat ini makam dan nisannya dapat dijumpai di Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat.