Meruya Selatan, Kampung

Meruya Selatan merupakan nama baru dari kelurahan yang bernama Meruya Udik. Nama Meruya Selatan sendiri baru muncul pada tahun 1980-an bersamaan dengan pemekaran Kecamatan Kebon Jeruk. Hingga tahun 1987, nama Meruya Selatan belum dikenal. Orang-orang dan media masih mengenal dengan sebutan Meruya Udik. Sebelah utara kawasan ini berbatasan dengan Kelurahan Meruya Utara, sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Karang Tengah, sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Srengseng, dan sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Joglo.

Nama Meruya sendiri berasal dari kata “ruya” atau “meruya” yakni kata “ruyak” yang artinya melebar atau meluas. Nama tersebut diberikan karena wilayah tersebut semakin lama semakin melebar dan meluas. Namun terdapat versi lain yang menyatakan bahwa kata Meruya terkait dengan sifat-sifat kaum wanita di daerah ini yang terkenal murah hati dan selalu menyambut tamunya dengan senyuman meriah, penuh dengan keramahan. Kata Meruya berasal dari pembentukan kata murah, meriah, meruya.

Wilayah ini merupakan kampung tua yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah terbentuknya kota Jakarta. Pada tahun 1991, warga di Meruya pernah menemukan sejumlah barang antik berupa mangkuk-mangkuk yang merupakan barang-barang kuno peninggalan zaman purbakala. Kini wilayah Meruya sudah nampak berkembang dengan banyaknya bermacam-macam tempat usaha dan pemukiman penduduk yang semakin padat. Pembangunan di wilayah ini di awali pada tahun 1970-an dengan pembangunan Taman Kebon Jeruk. Hingga tahun 1980-an, sawah dan perkebunan yang luas sudah berubah menjadi kawasan pemukiman warga. Di wilayah ini juga terdapat sebuah perguruan tinggi swasta yang cukup terkenal, yakni Universitas Mercu Buana.