Menteng, Buah

Menteng (Baccaurea racemosa (Reinw. Ex. BI.) M.A.) berbentuk pohon yang tingginya 15 - 25 m. Garis tengah batangnya 25 - 70 cm. Bunga jantan dan betinanya masing-masing terletak pada pohon yang berlainan. Tersusun dalam bentuk malai, yang betina lebih besar dari pada yang jantannya. Buahnya bundar, garis tengahnya 2 - 2,5 cm. Permukaan kulitnya agak berbulu, berwarna hijau kekuning-kuningan. Daging buahnya berwarna putih kekuning-kuningan. Di Bogor dikenal menteng yang berdaging buah merah disebut bencoy. Jenis lain yang dekat dengan tanaman ini ialah ketupa (Baccaurea dulcis (Jack) M.A.), yang telah jarang dijumpai lagi di Jawa. Di Jawa terdapat 6 kerabat menteng.

Pohon ini merupakan tanaman asli kawasan Asia Tenggara. Menyukai dataran rendah dan hanya tumbuh dengan baik pada daerah yang berketinggian di bawah 500 m dpl. Perbanyakan dilakukan dengan biji, tetapi dapat pula dicangkok. Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan. Namun nampaknya perbaikan pembudidayaan tanaman ini belum banyak dilakukan. Musim bunganya berlangsung bulan Oktober sampai Desember, sedangkan musim buahnya bulan Januari sampai Maret. Buahnya dapat dimakan, rasanya manis dan masam. Dapat disuguhkan sebagai buah meja. Kurang baik untuk dibuat selai, tetapi sering dibuat asinan. Dulu di Jawa Barat kulit kayunya dipergunakan untuk bahan pembuat kertas, karena serat kayunya dapat mencapai panjang 2 - 3 mm. Selain itu dilaporkan kulit kayu ini dapat dipakai sebagai bahan obat. Dijadikan dasar nama toponim kawasan di wilayah Jakarta Pusat, yang merupakan perumahan taman pertama di Indonesia.