MEESTER CORNELIS, FORT

Sesuai dengan namanya benteng pada abad 18 ini berlokasi di daerah Meester Cornelis (daerah militer) di tepi barat Sungai Ciliwung, sekitar 10 km sebelah selatan Batavia Lama (Oud Batavia). Dari bentuk denahnya, benteng ini termasuk benteng berpagar yang bersudut 7 (Sterreschan Zevenhoekig). Pintu masuk ada di sudut utara, sedangkan pada keempat sudut utama (barat-Iaut, timur-Iaut, tenggara dan sudut barat-daya) terdapat sebuah rumah gardu jaga, sehingga keempat sudut utama ini berfungsi pula sebagai bastion. Dan setiap bastion dilengkapi dengan tangga.

Di dalam benteng terdapat bangunanbangunan seperti rumah sersan (rumah komandan), tangsi tentara (barak prajurit), rumah tamu, rumah penginapan (speelhuisje), dapur, tempat koki (tukang masak) dan menara jam, keempat sudut dengan rumah-rumah monyet dan dilengkapi dengan pintu gerbang. Benteng ini dibangun pada masa Gubernur Jenderal van Imhoff sebagai tempat latihan garnisun Batavia pada tahun 1743. Pada tahun 1781 prajurit sipil pribumi ditempatkan/dilatih di sana dan tahun 1798 beberapa anggota resimen Wuttenburg yang dijual kepada VOC ditempatkan di benteng ini. Pada tahun 1805 dibuka sekolah Artileri dan sejak tahun 1810 benteng Meester Cornelis menjadi pusat pertahanan Kota Batavia melawan Inggris. Beberapa tangsi, kubu, dan parit dibangun pula di sekitar benteng dan semua serdadu Belanda dan Perancis dipusatkan di sekitar Meester Cornelis untuk menghadapi serangan pasukan Inggris di bawah Jenderal Auchmuty yang datang dari India dan mendarat di Cilincing.

Beberapa hari setelah pertempuran di Struiswijk (Salemba), tentara Inggris di bawah komando Kolonel Gillespie berhasil merebut dua kubu artileri Belanda yang terletak di sekitar JI. Tegalan, Pal Meriam, di sebelah barat dan timur Kali Baru. Daerah itu sekarang lebih kurang 100 sampai 200 m di sebelah timur JI. Matraman Raya.

Setelah Benteng Meester Cornelis direbut Inggris, semua tentara Belanda lari tunggang langgang, banyak diantara yang mati. Jenderal Jansens dan beberapa perwira berhasil meloloskan diri ke Bogor. Semua kubu pertahanan dihancurkan oleh Inggris, termasuk Benteng Meester Cornelis. Tanggal 26 Agustus 1811, terjadi penyerangan oleh tentara Inggris. Setelah masa Inggris selesai (1816), pemerintah kolonial tetap memanfaatkan Meester sebagai daerah militer. Sisa benteng dijadikan penjara, yang kemudian dikenal sebagai Penjara Wanita Bukit Duri, lalu dibongkar pada awal tahun 1980-an untuk membangun Kompleks Pertokoan Bukit Duri dan Perumahan Bukit Duri Permai di tempat bekas pabrik senapan yang didirikan oleh Herzog K.B. von Sachsen-Weimar-Eisenach.