Mbah Djugo

Sosok yang menjadi obyek pujaan di beberapa klenteng di Jakarta, antara lain Klenteng Cileungsi, Vihara Dharma jaya (Pasar Baru), Di-cang-wang miao (kompleks Jin-de yuan), Vihara Tunggal Dharma (Jl.Lautze no.45) dan Vihara Sapto Ronggo (Jl. Petojo VIJ, no.68). Dia adalah seorang punggawa Hong Xiu-quan (1813-1864) yang melarikan diri ke Jawa, setelah gagalnya pemberontakan Taiping. Kemudian ia hidup menyepi sebagai pertapa di Gunung Kawi, sebuah tempat di sebelah selatan kota Malang. Di sana ia mendapat sejumlah murid Jawa. Mbah Djugo meninggal pada 1879. Gunung Kawi kemudian menjadi obyek ziarah yang ramai.