MATRAMAN

Dewasa ini Matraman menjadi nama sebuah kecamatan, Kecamatan Matraman, Kotamadya Jakarta Timur. Mengenai asal-usul namanya, sampai sekarang belum diperoleh keterangan yang cukup memuaskan. Pada umumnya memperkirakan kawasan itu dulu dijadikan perkubuan oleh pasukan Mataram dalam rangka penyerangan kota Batavia, melalui darat. Tidak mustahil kalau di kawasan itu dibangun kubu-kubu pasukan Mataram, termasuk pasukan-pasukan dari Sumedang dan Ukur (Bandung). Pada waktu Mataram menyerang Batavia, Ukur dan Sumedang merupakan bagian dari Kesultanan Mataram, dan memang diberikan ikut berpartisipasi.

Matraman sudah disebut-sebut sebagai milik tuan tanah David Johannes Smith. Menurut F. de Haan, dalam buku OudBatavia, kawasan itu diberikan kepada orang-orang Jawa dari Mataram, mungkin setelah Mataram berada di bawah pengaruh Kompeni, menyusun ditandatanganinya perjanjian antara Mataram dengan VOC tertanggal 28 Februari 1677. Mungkin orang-orang Mataram yang ditempatkan di kawasan itu, adalah yang pada pertengahan abad ke-17 diberitakan berada di sekitar Muaraberes mungkin ada yang mempunyai keahlian, sebagai pengrajin barang-barang dari perunggu, atau gangsa, mereka membuka usaha di tempat yang kini dikenal dengan nama Pegangsaan.