MATRAMAN, KAMPUNG

Salah satu kampung yang sebagian terdapat di wilayah Jakarta Timur dan sebagian lagi (Matraman Dalam) masuk Jakarta Pusat. Asal usul nama Matraman mempunyai banyak versi dan selalu dihubungkan dengan seorang pangeran dari Mataram dalam peristiwa penyerangan Sultan Agung ke VOC. Nama Matraman berasal dari kata Mataraman, namun perubahan kata tersebut kurang jelas. Matraman berawal dari suatu tempat di wilayah Kelurahan Pal Meriam. Di sebuah tempat bekas tongkat yang ditancapkan oleh seorang pangeran dari Mataram. Tempat ini kemudian dikeramatkan orang dan terkenal dengan nama Kampung Matraman. Pal Meriam sendiri merupakan wilayah yang diserahkan oleh seorang pangeran Mataram kepada pamannya dalam penyerangan ke VOC, "Monggo, Paman" (Silahkan Paman).

Cerita lain menyebutkan bahwa Matraman berasal dari sebuah mesjid kecil di pinggir Ciliwung yang digunakan pangeran dari Mataram. Bekas masjid kemudian menjadi Kampung Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng. Di tempat itu dulu pemah ada rumah si pangeran yang bercorak Jawa dengan tiang tiang besar. Pada jaman Belanda rumah tersebut dimiliki oleh Tuan Bool dan dijadikan tempat pemeliharan bintang (seperti kebon raya). Namun kemudian dihancurkan karena menjadi persengketaan. Kampung Matraman lama berada di sekitar masjid ini dan disebut Matraman Dalam Mesjid.

     Sejarah Kampung Matraman: Antara tahun 1947-1950, Matraman terrnasuk dalam Kelurahan Matraman, Asistenan Kampung Melayu, Kawedanan Kramat jati, Kota praja Jakarta Raya. Kantor kawedanan ada di Pasar Minggu. Kelurahan terletak di Matraman Dalam (1945-1948). Kemudian dipindah ke Kebon Manggis (1950), dan ke Jl Tambak (1967). Pada tahun 1967, Kelurahan Matraman terpecah menjadi beberapa kelurahan (nama Kelurahan Matraman tidak ada), yaitu (I) Kelurahan Manggarai dan Kampung Bali yang termasuk Matraman Dalam dan masuk Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan; (2) Kelurahan Kebon Manggis dan Kelurahan Meriam, masuk Kecamatan Matraman, Jakarta Timur; (3) Kelurahan Pegangsaan dengan wilayah yang meliputi sebagian Kampung Matraman dan masuk Kecamatan Menteng, Jakarta Timur. Nama Matraman akhimya kembali digunakan. Berasal dari pecahan Kecamatan Jatinegara, Kecamatan Matraman, dan Kecamatan Tebet. Kecamatan Matraman membawahi 3 kelurahan, yaitu Kelurahan Salemba Utan, Pisangan Lama, dan Solitade. Dengan pembangunan J1. Pramuka dan Bay Pass, wilayah Kecamatan Matraman berubah menjadi Kelurahan Pisangan Baru (sebelah baratBayPass), UtanKayu, Kayu Manis, dan pecahan Salemba Utara berupa Pal Meriam dan Kebon Manggis. Batas- batasnya meliputi daerah Kebon Kosong, Jl. Slamet Riyadi, Kampung Bali Matraman, sebagian Menteng Pulau dan n. Bonang.

     Penduduk: Pada pertengahan abad ke-19, sebagian besar penduduk Matraman terdiri dari orang Betawi. Penduduk Matraman makin berkembang dengan banyaknya pendatang untuk mencari nafkah atau sekolah. Penduduk asli Matraman yang sudah tinggal secara turun temurun di Matraman mendapat sebutan Orang Betawi Matraman. Semula mereka berasal dari Kampung Kebon Manggis Lama yang dipindahkan akibat pembangunan kompleks militer tentara Belanda (Berland). Selain dipindahkan ke Matraman ada juga yang menempati Pal Meriam, Jatinegara, Kebon Pala, Pisangan, Kebon Kosong, dan Matraman Dalam Mesjid.