MASS RAPID TRANSIT (MRT) JAKARTA

MRT Jakarta adalah singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta, yaitu moda transportasi umum cepat terpadu berbasis rel kereta di Jakarta.. PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada tanggal 17 Juni 2008, berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan (Pemprov DKI Jakarta 99.98% dan PD Pasar Jaya 0.02%)‚Äč. MRT Jakarta dirancang memiliki dua jalur, yakni jalur Utara – Selatan dan jalur Barat – Timur. Peresmian pembangunan fase I dimulai pada tanggal 10 Oktober 2013 oleh Gubernur Joko Widodo.

 
 
Jalur-Jalur dan Rute MRT Jakarta :
 
JALUR UTARA –SELATAN
Jalur ini akan menghubungkan Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan Kampung Bandan, Jakarta Utara. Pengerjaan jalur ini dibagi menjadi 2 tahap pembangunan.

 
Tahap I (Lebak Bulus - Bundaran HI) :
 
Proses pembangunannya dimulai sejak 10 Oktober 2013  dan rencananya beroperasi secara penuh pada bulan Maret 2019. Terdapat 15 stasiun MRT pada rute ini, yakni Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M,  Sisingamangaraja, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

 

Tahap II (Bundaran HI - Kampung Bandan) :
Tahap II memiliki rute dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8.1 km. Pembangunannya akan mulai dibangun setelah fase tahap I beroperasi pada tahun 2019.  Diharapkan rute ini sudah dapat beroperasi penuh pada tahun 2020.

 
JALUR BARAT - TIMUR
Jalur Barat - Timur saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan.