Masjid Nurul Iman Blok M Square Mall, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Fasilitas Keagamaan

Masjid Nurul Iman adalah masjid yang berada di Lantai atap (lantai 7)  Mall Blok M Square di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Masjid ini dibangun dari dana para pedagang yang dibangun dengan dana dari para pedagang di Blok M Square dan jamaah pengunjung,  Masjid Nurul Iman memiliki luas lahan 5000 meter  dan mampu menampung 10.000 orang. Melalui tangan Arsitek Muhammad Luthfi Ramdhani, masjid ini didesain mengadaptasi masjid Timur tengah karena merujuk pada niatan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman untuk menjadikan masjid pusat pembelajaran Sunnah.

Secara harfiah Nurul Iman berarti Cahaya Iman, keberadaan Masjid Nurul Iman di puncak gedung Pusat Perbelanjaan Blok M Square ini seolah menjadi penerang kawasan tersebut. Tidak hanya lokasinya yang unik namun masjid ini dibangun sebagai sebuah masjid sesungguhnya selayaknya masjid yang dibangun di atas tanah.

Masjid ini dibangun dengan amat megah, lapang, beserta fasilitas yang sangat memadai, memiliki gaya arsitektur yang menarik mengadaptasi literatur dari masjid-masjid Timur Tengah yakni, Madinah, Makkah, dan Turki. Bangunan ini berbentuk Kubus Persegi serta terdapat beberapa Kubah berwarna Emas. Pada beberapa sudut dinding bangunan ini terdapat ornamen dengan desain berlubang berpola Lingkaran dan Bintang yang terlihat manis dan elegan. Selain sebagai unsur keindahan, ornamen ini berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara masjid. Ornamen Islam dan bentuk tiang mengadopsi dari banyak masjid-masjid di Timur Tengah, salah satunya Nizamiye Turkish Mosque  dan Masjid Al Aqsa untuk bentuk Mihrab.

Konsep arsitektur masjid di lantai 7 Blok M Square ini menyerupai Masjidil Haram di Makkah. Sejak di halaman masjid, Jemaah disambut oleh miniatur Ka’bah, yang dibangun di area masjid ini ditujukan untuk kegiatan Manasik Haji, namun tetap tampak menyatu indah dengan keseluruhan bangunan saat tak digunakan. Kecuali ukuran yang berbeda, bentuk dan detail Ka’bah di Masjid Nurul Iman ini mirip sekali dengan aslinya, bahkan termasuk Maqam Ibrahim dan Hajar Aswad-nya. miniatur Ka’bah dan taman kecil, ini diadaptasi dari Makkah. Miniatur Kabah ini bisa menampung 300 orang. lantainya terbuat dari keramik, di sekitar miniatur Ka’bah ini ada taman kecil terdapat rumput-rumput, pohon Kurma, Zaitun dan pohon Tin yang pada dasarnya pohon ini berasal dari Timur Tengah. Serta terdapat kolam kecil dan tiga air mancur yang membuat pemandangan semakin indah.

Yang menarik adalah bagian atap masjid, terdapat dua cekungan berlukiskan awan yang sangat indah, lengkungan memiliki ukuran yang berbeda, lingkaran utama berukuran lebih besar ditambah lagi lampu hias yang menambahkan kesan elegan. Lengkungan yang kedua berukuran sedikit lebih kecil dan berada di dekat Mihrab.

Konsep ruangan utama masjid melalui desain ini  mengingatkan kebesaran Allah SWT tentang siang dan malam dalam surat Al-Baqarah ;164 dan surah-surah lainnya yang menjelaskan tentang siang dan malam. Dalam bentuk arsitektur di tuangkan adanya dua lingkaran besar dan kecil dekat mihrab/mimbar di langit-langit masjid, lingkaran besar mempunyai arti filosofi Matahari dan yang kecil Bumi, Bumi mengitari Matahari yang kemudian menjadikannya siang dan malam.

Ruang utama masjid yang megah dan sejuk ini terhampar permadani tebal berwarna merah yang sangat nyaman digunakan untuk bersujud, Pemadani ini didatangkan langsung dari Turki. Di dalam masjid sekat antara laki-laki dan perempuan sangat terjaga, perempuan ataupun laki-laki dilarang melewati batas yang sudah ditentukan. 

Tak seperti masjid-masjid pada umumnya yang tampak mencolok dengan kubah besar, bagian atap Masjid Nurul Iman tampak sederhana saja dengan kubah-kubah kecil di beberapa sudut bangunan. Detail lancip pada kubah, teras, dinding, dan perpaduan warna pada bagian relung masjid ini lebih mengingatkan pada gaya Istana Persia.  

Pintu masjid yang unik dengan ukiran dan sekaligus berfungsi sebagai ventilasi udara. Ruang ibadah Masjid Nurul Iman sanggup menampung sekitar 3.000 jamaah. Bagian dalam ruang masjid ini cukup lapang, dengan karpet yang nyaman untuk beribadah.  Langit-langit masjid, khususnya bagian kubah yang merelung, dihiasi dengan lukisan awan dan sebuah lampu hias yang menggantung indah di tengahnya. Masjid Nurul Iman memiliki jadwal kajian rutin yang senantiasa dipadati Jemaah.

Jalur masuk laki-laki dan perempuan memang sengaja di pisah karena selain adaptasi dari Masjid-Masjid Timur Tengah, syariatnya laki-laki dan perempuan itu tidak boleh bercampur baur, desain ini juga bertujuan untuk menjaga kenyamanan para jamaah. Selain itu, jamaah yang baru saja Haji atau Umrah apabila masih “rindu” Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ketika shalat di Masjid Nurul Iman setidaknya dapat merasakan suasana itu kembali.

Tak hanya bangunan fisiknya, Masjid Nurul Iman juga memiliki jadwal kajian rutin. Apalagi lokasinya yang dekat dengan area parkir, sehingga pengunjung bisa langsung menuju masjid tanpa perlu memasuki area Perbelanjaan Blok M Square. Sebaliknya, para pengunjung dan pedagang mall pun bisa mengikuti shalat berjamaah dan kajian di masjid ini melalui elevator yang langsung terhubung dengan lantai paling atas bangunan Pusat Perbelanjaan ini.