Masjid Nurul Iman, Wisata Religi

Masjid Nurul Iman terletak di lantai tujuh Blok M Square, Jakarta Selatan. Masjid dengan luas lahan 5.000 meter berdaya tampung hingga 10.000 jamaah ini merupakan satu-satunya masjid terbesar yang berada di bagian atap (roof top) sebuah pusat perbelanjaan. Desainnya dibuat oleh M. Luthfi Ramdhani yang mengacu pada beberapa gaya masjid Timur Tengah.

Bangunan masjid berbentuk kubus dengan beberapa kubah yang diberi warna emas. Sirkulasi udara di bagian dalam masjid diatur melalui lubang-lubang berbentuk ornamen lingkaran dan bintang, yang sekaligus berfungsi estetika sehingga dinding tampak lebih elegan.  Penggunaan pilar di bagian dalam serta luar area masjid yang mengadopsi arsitektur Masjidil Haram melambangkan Ukhuwah Islamiyah, yakni bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Penggunaan warna krem dan emas pada pilar memberikan kesan mewah. Di bagian langit-langit masjid terdapat dua lengkungan berhiaskan lukisan awan dalam ukuran berbeda, lengkungan utama di bagian tengah ruangan berukuran lebih besar dan  dilengkapi sebuah lampu hias gantung, sedangkan yang lebih kecil berada di dekat mihrab. Lengkungan utama melambangkan matahari, sedangkan yang kecil adalah bumi. Konsep ini bermaksud menjelaskan kebesaran Allah mengenai bumi yang mengitari matahari hingga  menyebabkan terjadinya siang dan malam, sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 164 dan beberapa surah lainnya.  Permadani untuk menutupi lantai didatangkan langsung dari Turki, tebal dan nyaman untuk bersujud. Jalur masuk laki-laki dan perempuan diatur terpisah sejak dari halamar luar, dan di dalam masing-masing dilarang melewati batas yang telah ditetapkan.

Keunikan masjid ini adalah miniatur Ka’bah dan taman kecil yang diadaptasi dari Makkah. Area berlantai keramik ini bisa menampung hingga 300 orang. Taman kecilnya dilengkapi rumput-rumput, pohon kurma, pohon zaitun, dan pohon tin yang merupakan tanaman asli Timur Tengah. Juga ada kolam kecil dengan tiga air mancur yang membuat indah dipandang mata. Masjid Nurul Iman sengaja didesain menyerupai arsitektur dan suasana masjid-masjid di Timur Tengah, agar jamaah yang baru saja pulang dari ibadah haji atau umrah bisa melepas rindu terhadap Masjidil Haram dan Masjid Nabawi  dengan melaksanakan shalat di masjid ini. Pengunjung yang berbelanja di seputar kawasan Blok M juga bisa dengan mudah melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam sekaligus duduk-duduk di tempat yang memang disediakan khusus untuk beristirahat sambil merasakan aura positif dari suasana di masjid Nurul Iman.

Masjid Nurul Iman sengaja tidak dihiasi banyak ornamen, karena Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memilih untuk lebih memperkuat pemahaman Al Quran melalui pendidikan membaca dan mengkaji  Al Quran.  Jama’ah sholat Jum’at di masjid ini terkadang mencapai hingga 2.000 orang. Begitu juga jama’ah yang mengikuti kajian seringkali membludak di luar dugaan pihak takmir masjid, terlebih jika yang datang ulama besar seperti Ustadz Syafiq Riza Basalamah, Ustadz Kholid Basalamah, dan Ustadz Subhan Bawazier. Masjid Nurul Iman mempunyai agenda kajian rutin setiap ba’da Ashar. Kelas bahasa Arab diselenggarakan setiap Senin, Kamis, dan Jum’at sore. Kajian rutin Ustadz Khalid Basalamah setiap Rabu malam, dan Sabtu kedua setiap bulan. Sabtu dan Ahad kajian diselenggarakan beberapa kali, yang dimulai ba’da sholat Dhuha sekitar pukul 09.00 pagi.  Masjid ini juga sering mengadakan Tabligh Akbar sebagai upaya membangun ukhuwah. Di bulan Ramadhan, masjid Nurul Iman mengadakan tausyiah menjelang berbuka dan menyediakan hidangan berbuka, melaksanakan sholat Tarawih dan ceramah, serta i’tikaf.