MASJID DIAN AL MAHRI, WISATA RELIGI

Masjid Dian Al Mahri berdiri di atas lahan seluas 70 hektar dengan luas bangunan 8000 m². Masjid ini merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan sarana ibadah, dakwah, pendidikan dan sosial yang menyatu dalam ruang lingkup Islamic Center Dian Al Mahri. Pembangunan Masjid dimulai pada bulan April 1999 dan selesai tahun 2006. Masjid terdiri atas ruangan utama masjid, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, dan ruang fungsional lainnya. Kapasitas jama’ah sholat 15.000 orang, dan 20.000 jamaah untuk majelis taklim. Saat berada di komplek masjid ini, pengunjung harus mengikuti tata tertib sebagaimana lazimnya memasuki kawasan masjid, serta aturan lain dari pihak takmir Masjid Dian Al Mahri demi ketenangan dan kekhusyuan beribadah jama’ah lainnya, juga kesucian serta kebersihan lingkungan masjid.

Arsitektur Masjid Dian Al Mahri secara keseluruhan mengacu pada masjid-masjid Timur Tengah yang memiliki kubah dan minaret, halaman dalam, pilar-pilar, serta ornamen bermotif geometris. Lima buah kubah berlapis emas 24 karat melambangkan rukun Islam, enam minaret (menara) setinggi 40 meter dengan kubah berlapis emas di bagian puncak melambangkan rukun iman. Batas selasar halaman dalam dan ruang untuk sholat menggunakan deretan pilar-pilar berbahan batu granit yang menjulang ke atas hingga tercipta ruang yang megah dan agung. Jama’ah yang berada di dalamnya akan merasa kecil sehingga muncul suasana tawadhu dalam keagungan-Nya. Ruangan masjid yang didominasi warna krem dimaksudkan untuk memberikan ketenangan dan kehangatan.

Ornamen dinding berupa kaligrafi bergaya tsulutsy yang mudah dibaca tersebar di sekeliling ruang sholat.  Surat Al’Muminuun ayat 1-11, kalimat Syahadat yang ditulis berulang-ulang, surat Thaahaa ayat 14 di bagian portal mihrabnya, doa i’tikaf pada portal pintu masuk sisi utara dan selatan, serta doa memasuki masjid di pintu utama.  Hiasan kaligrafi penuh filosofi terdapat pada langit-langit masjid berbentuk kubah berlukiskan langit, yang melambangkan jagat raya tempat seluruh ciptaan-Nya berada. Langit pada kubah dapat berubah sesuai waktu sholat dengan memanfaatkan teknologi komputer.  Garis melingkar sebagai pembatas cakrawala diberi warna emas, dan ada 33 jendela di bawahnya yang masing-masing diberi kaligrafi tiga nama Allah sehingga seluruhnya berjumlah 99 sesuai Asmaulhusna. Puncak langit-langit kubah diberi ornamen kaligrafi dari lempengan kuningan berlapis emas berupa kalimat sholawat.

Kegiatan dakwah dan kajian Masjid Dian Al Mahri dimulai pukul 04.00 dengan sholat Subuh berjama’ah dilanjutkan tausyiah hinggal pukul 06.00. Taklim yang diadakan setiap hari Selasa, Rabu, Sabtu, dan Ahad dimulai pkl. 10.00, dipimpin oleh para muadzin ataupun imam tetap Masjid Dian Al Mahri. Dibuka dengan pembacaan surat Yasiin, ratib dan tahlil kirim do’a kepada arwah keluarga yang telah meninggal dunia, dilanjutkan tausyiah oleh para da’i dari JABODETABEK, ditutup do’a dan sholat Dzuhur berjama’ah. Taklim dan dzikir malam diadakan ba’da sholat Maghrib hingga jelang sholat Isya. Selain ibadah harian, Masjid Dian Al Mahri juga mengadakan kegiatan khusus pada hari-hari besar Islam, termasuk di bulan Ramadhan. Semua kegiatan terbuka bagi setiap muslim agar tumbuh keinginan untuk mendekatkan diri pada Allah. Kegiatan rutin yang sifatnya besar adalah istighosah akbar dan tausyiah setiap Ahad ke-3 setiap bulan, dengan mendatangkan ulama-ulama kondang seperti rahimahullah Ustadz Jefry Al-Buchori, Ustadz H. Noor Albar, Habib Ahmad Al-Kaff, dan Ustadz Abdul Somad.

 Tak bisa dipungkiri, kebesaran dan kemegahan Masjid Dian Al Mahri dengan emas 24 karatnya menjadi daya tarik luar biasa bagi umat untuk datang berkunjung. Eksterior masjid yang memadukan arsitektur bercirikan Islam, dan suasana lingkungan dengan penataan taman-taman mengitari seluruh bagian masjid, diharapkan mampu menciptakan suasana berbeda di setiap sudutnya. Kesejukan dan keteduhan eksterior masjid akan menumbuhkan rasa syukur pada Sang Pencipta, serta keinginan kuat untuk mengenal Allah lebih dalam melalui kemegahan penuh filosofi yang ada di Masjid Dian Al Mahri. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dengan berkunjung ke masjid ini. Tentang keikhlasan bersedekah, bagaimana seseorang tanpa berhitung mewakafkan tanah yang dimilikinya untuk kepentingan umat, mendirikan masjid di atasnya dengan begitu megah tanpa boleh satu orang pun dari keluarganya atau yang dekat dengannya menyebutkan angka. Di dunia keikhlasannya dibayar tunai oleh Allah, ketika “berpulang” jama’ah yang mengikuti sholat jenazah jumlahnya tak terhitung. “Tidaklah seorang mayit dishalatkan oleh sekelompok orang Islam yang jumlah mereka mencapai seratus, semuanya memintakan syafa’at untuknya, melainkan syafa’at itu akan diberikan pada dirinya“ (HR Muslim No.947).