MASJID AT-TIEN, WISATA RELIGI

Masjid At-Tien terletak di Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di jalan Taman Mini I, Pinang Ranti, Makasar, RW.3, Pinang Ranti, Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13560. Masjid ini menempati lahan seluas 70.000 m² dengan luas lantai untuk sholat 5.800 m². Desain Masjid At-Tien dibuat oleh pasangan “spesialis masjid” ayah (Ahmad Noe’man) dan anak  (Fauzan Noe’man), dengan mengambil dasar bentuk kubus beratap kubah besar, dilengkapi empat menara kecil beratap kubah di setiap sudut. Menara utama setinggi 42 meter sebagai tempat menyiarkan suara adzan terpisah dari bangunan utama.

Deretan pohon kurma, pohon tin, palem, pohon-pohon kayu serta buah-buahan langka yang tertata rapi di halaman luar memberikan kesan sejuk bernuansa Timur Tengah. Bibit kurma dan tin didatangkan langsung dari jazirah Arab.  Selasar-selasar panjang yang menjadi akses masuk ke dalam masjid, dihiasi lampu dinding berwarna-warni di setiap tiang, semakin melengkapi keindahan bagian luar masjid.

Arsitektur masjid dengan daya tampung 25.000 jemaah ini didominasi hiasan berbentuk anak panah, baik di keempat dinding masing-masing menara maupun eksterior dan interior masjid. Ornamen anak panah bermakna hubungan antara manusia dengan penciptanya, mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur atas nikmat dan berkah yang telah dilimpahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dari awal hingga akhir, sejak lahir ke dunia hingga meninggalkan dunia fana. Hiasan tiga anak panah besar di bagian tengah arah masuk utama masjid berwarna abu-abu, sedangkan di sisi kiri dan kanan terdapat masing-masing dua anak panah yang lebih kecil ukurannya berwarna merah bata sama seperti yang ada di dinding menara. Ruang di antara garis-garis yang membentuk anak panah diberi hiasan bunga melati, bunga kesukaan rahimahullah Ibu Tien Soeharto.

Bangunan masjid terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama adalah ruang serbaguna dengan  serambi di depannya sebagai akses masuk. Ada tangga menuju ruang sholat utama dan ruang fungsional untuk keperluan kesekretariatan serta tempat wudhu. Di lantai dua terdapat dinding dari kayu jati berukir yang dapat digeser sebagai pembatas keliling ruang utama sekaligus pintu ruang itu. Suasana lega dan megah langsung terasa saat berada di ruang sholat utama, penataan ruang yang memang menjadi ciri khas Ahmad No’eman, yakni ruang shalat yang bebas kolom sehingga terasa sangat lapang. Pada dinding arah qiblat yang berwarna hijau juga ada aksen detail yang membentuk panah ke atas, semakin menegaskan kemegahan arsitektur ruangan ini. Ada tujuh pada dinding arah qiblat, dan yang di tengah difungsikan sebagai mihrab serta tempat meletakkan mimbar. Hiasan kaligrafi hanya ada di dinding bagian atas ruang sholat utama, di bagian bawah langit-langit kubah,  dan sepanjang ruang antar garis pada lekukan anak panah di area mihrab dan mimbar. Langit-langit ruang sholat utama berupa kubah dengan lempengan baja tipis berwarna dasar hijau yang dikelilingi kaca patri berwarna hijau, merah, kuning, dan biru. Cahaya matahari yang masuk akan memantul dan menghasilkan kombinasi warna dari kaca patri tersebut.

Tak bisa dipungkiri, di saat-saat awal difungsikannya masjid ini banyak orang datang hanya karena rasa penasaran dengan nama besar mantan presiden Soeharto dibalik Masjid At-Tien. Seiring perjalanan waktu orang sudah tidak terlalu mempedulikannya, justru kegiatan dakwah masjid lah yang membuat umat tertarik untuk datang dan merasakan kedekatan dengan Sang Khalik di dalam masjid megah ini. Jama’ah ada yang datang untuk sholat wajib berjama’ah saja, tetapi ada yang sengaja datang dari jauh untuk melihat-lihat kemegahan dan kebesaran masjid sekaligus beribadah di dalamnya. Masjid At-Tien menyelenggarakan berbagai kegiatan dakwah berupa ceramah/diskusi pada hari Sabtu dan Ahad ba’da sholat Dhuha, pengajian  tafsir Alquran (tafsir Jalalain) pukul 07.00 - 10.00, juga majelis taklim ibu-ibu setiap hari Senin selepas sholat Dzuhur sampai menjelang Ashar. Selain itu juga ada pengajian karyawan, seminar keagamaan, kegiatan Ramadhan, peringatan hari-hari besar Islam, dan tabligh akbar. Untuk kegiatan remaja, Masjid At-Tin mempunyai Pemuda Remaja Islam Masjid At-Tin (Prisma Attin), yang juga memiliki banyak kegiatan. Kegiatan fenomenal yang digelar di masjid ini, dan kemudian menjadi agenda rutin, di antaranya Festival Huffadz Askar Kauny dengan lingkup pelatihan dan lomba membaca salah satu surat dalam Al Quran yang bertujuan mencetak guru tahfidz, dan Dzikir Nasional Republika.

Festival Republika di akhir tahun  dengan puncaknya gelaran Dzikir Nasional menjadi agenda fenomenal yang sudah berlangsung selama 15 tahun di Masjid At-Tien bekerja sama dengan     PT  Republika Media Mandiri. Kegiatan Dzikir Nasional dengan tema yang berbeda setiap tahunnya selalu dihadiri oleh ulama-ulama besar dan tokoh-tokoh nasional hingga jama’ah yang jumlahnya ribuan luber ke luar halaman masjid. Ustadz yang pernah hadir di antaranya Tengku Zulkarnaen, Didin Hafidduddin, Arifin Ilham, Haedar Nasir, Bachtiar Nasir, Yusuf Mansyur, Mama Dedeh, dan Qori muda Muzammil Hasballah yang bacaan sholatnya mampu membuat jama’ah menangis.