Masjid Al-ikhlas Jati Padang, Fasilitas Keagamaan

Masjid Pertama Bersertifikat ISO

Masjid Al-Ikhlas terletak di Jln. Ragunan Raya no.9, Jatipadang,  Pasar Minggu, Jakarta Selatan,  DKI Jakarta. Jika dilihat dari bentuk bangunannya, masjid ini memang boleh dibilang hampir mirip dengan masjid-masjid pada umumnya, dan juga jika dibandingkan dengan masjid yang berada di daerah Timur Tengah tentu saja sangat jauh perbedaan kemegahannya. Namun, ada satu hal yang istimewa dari Masjid dan Lembaga Keagamaan Al-Ikhalas ini, yaitu bangunannya telah mendapatkan dua kali sertifikasi, yakni  ISO 9001 tahun 2008, dan ISO 9001:2015 tidak hanya di dalam negeri, namun juga di Asia Tenggara atau bahkan dunia.

Jika kita biasanya mendengar dan melihat ISO diterapkan pada bangunan perusahaan maupun apartemen, namun ISO untuk bangunan masjid memang sangat unik dan tidak biasa. Selain mendapatkan ISO, Masjid Al-Ikhlas jatipadang ini juga telah mendapatkan penghargaan sebagai Masjid Masyarakat Terbaik se DKI Jakarta.

ISO 9001:2008 yang dimiliki oleh Masjid Al-Ikhlas ini berasal dari International Standard Certification (ISC) Sydney, Australia. Sertifikat tersebut diserahkan sendiri oleh Mr. Rickman J Mather, Representatif of ISC kepada Yayasan Masjid Al-Ikhlas pada tanggal 02 Juli 2011. Sedangkan untuk ISO 9001:2015 diperoleh pada tanggal 14 November 2015. Pihak ISC sendiri mengakui bahwa managemen yang diterapkan di Masjid Al-Ikhlas Jatipadang sudah memenuhi segala aspek standarisasi Internasional, dan bahkan di Australia sendiri belum ada satupun lembaga / yayasan masjid yang menerapkan standarisasi ISO dalam managemen mereka. parameternya adalah keamanan, kenyamanan dan ketertiban yang dirasakan jamaah. Sertifikasi ISO memfasilitasi itu semua sehingga capaian program yang pengurus miliki lebih terukur. Bila ada yang kurang, bisa terus diperbaiki. Oleh sebab itu, kanal untuk menerima masukan dari jamaah merupakan keharusan. Jamaah bisa menyampaikan masukan melalui SMS, WhatsApp dan telepon. Hal itu pun masuk dalam persyaratan sertifikasi ISO. Karena kalau itu tidak ada, jadi catatan dalam sertifikasi.

 

Sejarah Masjid Al-Ikhlas Jatipadang

Sejarah Masjid Al-Ikhlas Jatipadang memang bermula dari sebuah gagasan yang tidak biasa, yaitu pada awalnya hanya berasal dari Proyek Pembangunan Komplek Perumahan Dinas Kementerian Pertanian, yang dibangun oleh PT. Taruna Bangun . Seperti layaknya pembangunan lainnya, pihak kontraktor pun membangun sebuah mushola guna mencukupi tempat beribadah bagi para karyawannya yang beragama muslim. Ternyata, mushola tersebut tidak hanya diramaikan oleh para pekerja sana, namun juga turut diramaikan oleh para jamaah muslim di sekitar proyek tersebut.

Proyek pembangunan perumahan dinas tersebut selesai pada tahun 1967, dan mushola diserahkan kepada masyarakat muslim di Jatipadang.  Pada tahun 1968, renovasi mushola tersebut dilakukan dengan pelebaran ukurannya yang menjadi lebih besar, seiring dengan dibangunnya sebuah gedung madrasah intidaiyah. Pada saat itu, mushola yang direnovasi tersebut kemudian diberi nama “Masjid Panca Sakti” lalu setelah beberapa waktu kemudian dirubah menjadi “Masjid Al-Ikhlas”.

Lahan yang digunakan untuk masjid ini sampai saat ini berstatus kepemilikan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, meskipun sudah ada Yayasan Mujahidin, sebuah organisasi non-profit yang dibentuk oleh kementerian pertanian untuk mengelola Masjid dan Madrasah tersebut.

Masjid Al-Ikhlas Jatipadang ini juga sudah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama yang dilakukan adalah pada tahun 1981. Sedangkan renovasi yang terakhir dilakukan pada tahun 1998 yang mengadopsi integrasi antara masjid dan madrasah. Proses renovasi terakhir selesai pada tahun 2007, dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 20 Desember 2007.

Arsitektur masjid sederhana , mengadopsi gaya Timur Tengah (Turki Ustmani), tampak dari kubah dan menara yang dominan. Kubah berukuran cukup besar berada ditengah bangunan, dicat warna hijau. Dua menara ada disisi kiri dan kanan depan masjid. Puncak menara berbentuk seperti kubah juga dicat warna hijau.

Bangunan berlantai 3, lantai 1 untuk ruang serba guna, pertokoan dan kantor, lantai 2 dan lantai 3 (mezanine) untuk ruang ibadah. Luas ruang ibadah lantai 2 sekitar 400 m2, lantai 3 ( mezanine) sekitar 250m2, ditambah aula bawah sekitar 250m2, total 900m2 bisa menampung sekitar 1.800 jama’ah. Lantai berupa keramik warna krem uk 40x40cm  yang dilapis karpet empuk warna merah, dengan motuf garis shaft warna hitam kuning. Void berbentuk lingkaran mengikuti pola kubah berdiameter 8 meter.

Dinding altar dilapis marmer warna abu-abu. Pada sebelah kanan terpasang ornamen  dalam lingkaran berlafadz Allah, sementara ornamen yg sama disebelah kiri berlafadz Nabi Muhammad SAW. Mihrab berupa cerukan selebar 2 meter bertunggi 2,5 meter dan berkedalaman 1 meter. Bentuk mihrab seperti rumah dengan atap meruncing. Pada sebelah kiri mihrab terdapat jam almari dan podium,  sementara sebelah kanannya adalah mimbar. Mimbar terbuat dari kayu dengan sedikit ukiran ala Jepara. Mihrab yg sempit tidak berisi apapun. Sajadah untuk sholat Imam, yang umumnya berada dalam mihrab, disini dihamparkan didepan mihrab.

Dinding sekeliling masjid dipenuhi jendela berkaca dengan bentuk meruncing diatas. Kaca digrafir logo dan nama masjid. Kubah ditopang 6 tiang yang berpenampang hexagonal. Lengkungan balik kubah yang berdiameter 8 meter, dibiarkan polos warna putih. Untuk kenyamanan jama’ah, masjid dilengkapi 12 AC split, 12 kipas dinding dan 3 kipas model helikopter.

Contoh aktifitas yang dilakukan dimasjid ini adalah pengajian ba’da sholat subuh (Harian), yang diisi oleh beberapa Da’I yang membawakan beberapa tema seperti Fiqih, Aqidah, Ilmu Al-Qur’an, Hadits, dan bahkan tentang keseharian kehidupan masyarakat.Pengajian ba’da sholat ashar juga turut dilakukan setiap harinya, namun hanya khusus untuk jamaah wanita saja. Beberapa kegiatan tersebut memang dikhususkan sebagai pengkajian ilmu pengetahuan tentang agama, agar masyarakat sekitar bisa menjadi insan yang lebih baik lahir maupun batinnya, terutama didalam Hablun minan nass dan Hablun minallah.

Masjid Al-Ikhlash Jatipadang juga telah melaunched Sistem Akuntansi Masjid Online dalam acara penyerahan sertifikat International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015 di aula utama masjid, pada Sabtu 4 November 2015. Sistem tersebut memudahkan jamaah dan pengurus masjid untuk mengetahui catatan dan aktivitas masjid. Salah satunya untuk mengetahui arus keuangan kas masjid. Dengan adanya sistem akuntansi masjid online, pengurus masjid dan jamaah akan semakin terbantu. Satu kali membuka sistem, semuanya ada di sana. Beda halnya saat masih menggunakan sistem offline, setiap catatan terpisah-pisah. Jadi, membutuhkan banyak orang dan tenaga untuk melihat seluruh catatan. Di dalam sistem akuntansi masjid online terdapat RAPBM, program kerja masjid, neraca, laporan aktivitas, arus uang kas dan lain sebagainya. Jamaah, donatur dan pengurus masjid bisa melihat data-data tersebut dalam satu sistem. Sistem akuntansi masjid online juga merupakan hasil kerja sama pengurus masjid dengan jamaah masjid. di dalam sistem akuntansi masjid online terdapat RAPBM, program kerja masjid, neraca, laporan aktivitas, arus uang kas dan lain sebagainya. Jamaah, donatur dan pengurus masjid bisa melihat data-data tersebut dalam satu sistem. Sistem akuntansi masjid online juga merupakan hasil kerja sama pengurus masjid dengan jamaah masjid.