Masjid Al Hikmah Mampang, Wisata Religi

Masjid Al Hikmah terletak di Jalan Bangka II Nomor 24, Pela Mampang, Jakarta Selatan. Berawal dari sebuah mushola kecil yang kemudian di renovasi secara swadaya oleh masyarakat, dan atas kesepakatan bersama Al Hikmah digunakan sebagai nama masjid. Kata al hikmah dalam bahasa Arab memiliki tafsiran yang beragam, salah satunya bisa dimaknai sebagai orang-orang yang perkataan dan perbuatannya sesuai dengan sunnah Rasulullah (plural: al hukama).  Tahun 70-an mulai dikembangkan lembaga pendidikan setingkat madrasah ibtidaiyah yang juga diberi nama Al Hikmah. Tahun 1986 mulai dirintis jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan kegiatan kajian keIslaman mulai banyak dilakukan di Masjid Al Hikmah seperti tahfidz (menghafal) Al Quran untuk anak-anak  dan dewasa.

Bangunan masjid ini sebenarnya biasa saja, arsitekturnya sederhana, berdenah persegi dengan kaca-kaca tinggi menjulang ke atas dengan lis kayu dan hiasan motif kerawangan. Atapnya berbentuk limas. Tidak ada menara di masjid ini. Luas bangunan masjid empat lantai ini hanya 400 m² dengan daya tampung 500 jama’ah.  Meski demikian banyak jama’ah yang datang ke masjid ini, baik untuk sekedar mampir melaksanakan ibadah sholat wajib berjama’ah, atau sengaja datang untuk belajar kajian Islam, memperlancar bacaan Al Qur’an dan menghafalnya. Masjid Al Hikmah memang terkenal sebagai tempat belajar tahsin Quran  dan imam-imam masjid ini bacaannya tartil. Tahsin maksudnya adalah memperbaiki atau membaguskan bacaan Al Quran agar sesuai dengan tajwid atau hukum-hukum hurufnya.

Masjid ini tidak mempunyai fasilitas sebagus masjid-masjid terkenal lainnya, tetapi saat Ramadhan tiba jama’ah berdatangan dari berbagai penjuru tanah air, bahkan ada yang dari luar negeri. Jama’ah sholat tarawih di masjid ini selalu “full” dan tidak berkurang setiap harinya, bahkan pada sepuluh hari terakhir. Sholat tarawih adalah ibadah pembeda bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya. Sholat berjama’ah ba’da Isya yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam di tiga hari awal Ramadhan waktu, menjadi salah satu sunnah yang dilakukan oleh umat Islam selama sebulan penuh di tiap Ramadhan. Ada masjid-masjid yang menjadikan tarawih sebagai salah satu ‘kendaraan’ agar jama’ahnya dapat mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Tentu saja ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi jama’ah sholat tarawih, selain pahala sholat maka ia juga  mendapat pahala khatam Al Qur’an. Masjid  Al Hikmah ini menjadi pelopor sholat Tarawih satu juz semalam, jadi dalam sebulan bisa mengkhatamkan 30 juz. Bagi yang tidak terbiasa dengan Al Qur’an memang akan merasa lelah mengikutinya, tetapi mereka yang memahami keutamaan Al Qur’an dan Ramadhan, sudah pasti akan memburu  masjid-masjid seperti ini agar tidak terlewatkansupaya sholat tarawihnya tidak terlewat. I’tikaf di Masjid Al Hikmah termasuk yang lebih dahulu dibandingkan masjid lainnya. Pada awal tahun sembilan puluhan, Masjid Al Hikmah sudah mempelopori syiar i’tikaf. Sholat Qiyamullail di sepuluh hari terakhir Ramadhan juga mengkhatamkan al-Quran. Imam membaca tiga juz tiap malam dan khatam dalam sepuluh hari. Meski fasilitas standar tetapi beribadah Ramadhan di masjid ini bagi jama’ah terasa berbeda, lebih memiliki ruh, sehingga rela berpayah-payah dan bolak-balik datang ke Masjid Al Hikmah untuk beri’tikaf. Ada nasihat tersamar yang disampaikan takmir masjid kepada jama’ah masjid untuk tidak kembali lagi ke Masjid Al Hikmah apabila sudah merasakan ruh i’tikaf yang sebenarnya, dan  lebih baik kembali ke masyarakat untuk menghidupkan sunnah di daerah masing-masing. Hakekat i’tikaf yang sempurna itu sebenarnya memang bukan hanya pada bertambahnya kesholehan pribadi, tetapi juga kesholehan sosial. Keunikan lain di saat Ramadhan pada masjid ini adalah para orang tua bisa menitipkan anaknya kepada panitia, yang juga menyiapkan tarawih khusus bagi mereka, sehingga tidak mengganggu jama’ah lainnya.