Masjid Al Bakrie, Wisata Religi

Masjid Al Bakrie dibangun di atas tanah milik Pemda DKI Jakarta seluas 3.200 m², di kawasan kompleks Apartemen Taman Rasuna, sebagai wujud pemenuhan kewajiban fasilitas umum dan fasilitas sosial dari pengembang.  Peresmian pembangunannya dilakukan pada 23 Februari 2004 oleh Aburizal Bakrie dan KH Abdullah Gymnastiar. Luas bangunan seluruhnya 1.458 m²  dengan daya tampung hingga 1.000 jama’ah. Masjid ini sudah mulai digunakan pada Oktober 2005, tetapi pembangunannya terus berlanjut untuk melengkapi ruang-ruang fungsional dan lain-lainnya.

Arsitektur bangunan Masjid Al Bakrie dipengaruhi bentuk Masjid Raya Medan yang bergaya Kesultanan Deli, tetapi material konstruksinya dipilih yang lebih ekonomis tanpa mempengaruhi nilai estetikanya.  Denah bangunan berbentuk segi delapan, atap bangunan utama agak tinggi dengan kubah berdiameter 5 m di bagian tengahnya. Empat sudut masjid lainnya diberi beranda dengan atap kubah, tetapi yang di sudut kanan belakang dibuat meninggi  ± 30 m dan difungsikan sebagai menara. Pintu masuk sedikit menjorok ke dalam dengan bentuk segitiga di bagian atasnya. Eksteriornya dibuat menyerupai Masjid Raya Medan dengan jendela-jendela kaca memanjang hingga ke lantai dua, yang berbentuk anak panah seperti pada Masjid At-Tin di TMII. Warna krem mendominasi bangunan Masjid Al-Bakrie, baik eksterior maupun interior.

Masjid terdiri dari 2 lantai dengan basement yang difungsikan sebagai kantor dan ruang serbaguna. Ruang sholat utama berada di lantai satu, sedangkan ruang sholat tambahan ada di lantai dua atau lantai mezanin. Terdapat empat pilar penyangga atap, berbentuk bulat,  polos tanpa hiasan.  Ruang mihrab berupa ceruk segi lima dengan kedalaman dan lebar yang sama, yaitu 4 meter. Bagian depan ruang mihrab dibentuk menyerupai gerbang masuk dua susun yang dilapis kayu eboni dengan hiasan geometris pada bidang depannya. Di area mihram terdapat jam almari, rak dan rehal (alas untuk meletakkan Al Qur’an, serta podium terbuat dari kaca 8 mm. Bagian tengah ruang mihrab diberi kaca patri dengan hiasan kaligrafi lafadz Allah berwarna emas. Hiasan kaligrafi dengan lafadz Allah juga ada di sisi kanan mihrab, sedangkan lafadz Muhammad di sisi kiri. Di sepanjang dinding bawah pagar lantai mezanin juga diberi hiasan kaligrafi dengan warna hijau di atas dasar krem yang menjadi warna dominan di masjid ini. Teras depan masjid diberi penutup berbentuk seperti payung terbuka seperti yang ada di Masjid Nabawi hanya ukurannya lebih kecil. Semuanya berjumlah delapan belas.

Secara keseluruhan masjid ini tidak terlalu besar, namun berfungsi optimal di tengah kawasan yang sibuk dengan kegiatan pemenuhan kebutuhan duniawi. Keberadaan Masjid Al-Bakrie bisa menjadi oase bathin bagi para pekerja di sana. Keberadaannya yang tidak jauh dari pemukiman juga menyebabkan masjid tidak pernah sepi dari jama’ah. Takmir masjid menyiapkan banyak kegiatan, baik yang sifatnya rutin maupun temporer. Ustadz Tengku Zukarnaen, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, dan Anies Baswedan adalah beberapa ulama serta tokoh yang pernah memberikan ceramah kepada jama’ah Masjid Al-Bakrie. Letaknya yang strategis di daerah perekonomian Jakarta Selatan juga menyebabkan banyak tokoh yang menjadi jama’ah sholat Jum’at di masjid ini.

Kegiatan kajian mingguan Masjid Al-Bakrie adalah sebagai berikut:

  1. Rabu tafsir Jalalain, diselenggarakan ba’ da Magrib.
  2. Rabu tafsir Al Qur’an, diselenggarakan ba’da Isya.
  3. Kamis kedua, fiqhul wadhih (kitab fikih sederhana berbahasa Arab).
  4. Kamis malam Jum’at, pembacaan surat Yasin dan kajian kitab Riyadushshalihin, diselenggarakan ba’da Magrib.
  5. Ba’da subuh, hadist shahih (hadist yang jelas sanadnya, dari perawi pertama hingga terakhir).
  6. Jum’at malam, kajian kitab Arbain Annawawiyah.
  7. Sabtu subuh, kajian fajar shodik dengan pembimbing imam rowatib Masjid Al Bakrie
  8. Sabtu siang majelis taklim ibu- ibu.
  9. Selasa ba’da isya kajian Petunjuk ke Jalan Lurus oleh Ustadz. Maulana
  10. Selasa ba’da isya tafsir Al-Qur’an
  11. Selasa pengajian tentang Adab Manusia oleh Habib Abdul Rachman Al Habsyi
  12. Selasa ba’da isya Ilmu Tauhid oleh Ust. Khaasif Heer

Selain kegiatan kajian, Masjid Al Bakri mengadakan acara donor darah setiap 3 bulan sekali. Juga perayaan hari-hari besar Islam seperti Tahun Baru Hijriyah, Lebaran Anak Yatim, Maulid Nabi, Isra Mi’raj, Sunatan masal, kegiatan Ramadhan dan sholat Taraweh serta i’tikaf, sholat Idul Fitri, sholat Idul Adha dan pemotongan hewan qurban.