Masjid Akbar Bandar Kemayoran, Wisata Religi

Masjid Akbar Kemayoran terletak di Jalan Benyamin Sueb Blok Boing 9 No.1, Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat. Masjid ini berada di tengah hutan beton berlabel perkantoran, apartemen, town house, dan juga pemukiman lama. Keberadaannya seakan memberi warna berbeda yang menjadi penyeimbang denyut jantung kehidupan di kawasan elite bekas bandara Kemayoran. Saat sinar matahari senja menerpa menara masjid seakan hadir sebuah kedamaian di tengah kemegahan gedung-gedung di sekitarnya. Terlebih masjid ini mempunyai halaman luas dengan pepohonan buah seperti mangga, kelengkeng, sawo, dan juga kurma yang letaknya tidak jauh dari tempat berwudhu. Tampak rindang, semarak, dan terasa sejuk saat angin berhembus menyapa jama’ah yang datang untuk beribadah di dalamnya.

Masjid Akbar Kemayoran memadukan arsitektur masjid kuno Indonesia dengan bentuk atap limasan, dan menara serta ornamen khas Timur Tengah. Masjid berdaya tampung 3.500 jama’ah ini memiliki plaza yang cukup luas. Di areal plaza terdapat kantor pengelola masjid, perpustakaan, tempat berwudhu, dan kantin. Sebuah bedug besar yang ditempatkan dalam bangunan pendopo berada di depan masjid dekat tangga utama menuju ruang sholat utama. Bangunan masjid terdiri dari dua lantai. Lantai pertama atau lantai dasar adalah ruang serba guna yang digunakan untuk acara khusus seperti pernikahan, kegiatan umum yang bersifat kemasyarakatan dan pendidikan, serta pengajian. Lantai kedua adalah ruang sholat utama dengan dinding pembatas berupa sekat terbuka, sehingga tetap terhubung bebas dengan serambi saat jama’ah melebihi kapasitas ruang utama. Serambi yang mengelilingi ruang utama (depan, sisi kiri dan kanan) dihubungkan dengan sekat terbuka berupa kisi-kisi yang bukan hanya bersifat estetik tetapi juga fungsional untuk sirkulasi udara dan pencahayaan di siang hari.

Empat tiang utama berbentuk bulat polos, berdiri di atas lapik yang cukup tinggi berbentuk limasan terpotong. Puncak tiang bentuknya menyerupai lapik tetapi dalam posisi terbalik dan tampak lebih pendek. Tidak banyak detail ornamen di ruang utama selain sekat terbuka berupa kerawangan bermotif geometris, serta deretan bidang-bidang persegi bermotif geometris di bagian atas dinding yang dimaksudkan sebagai jalan masuknya sinar matahari ke dalam ruang sholat utama. Warna putih-krem (cream white) pada dinding juga dipilih untuk mengoptimalisasi pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber cahaya di siang hari.

Atap Masjid Akbar berbentuk limasan tumpuk dua mengingatkan kita dengan masjid-masjid kuno di Jawa yang umumnya beratap tumpang dua. Keberadaan empat menara kecil di sudut-sudut atap, sebuah menara utama di bagian depan masjid, dan bentuk-bentuk kerawangan bermotif geometris memperlihatkan gaya khas Islam Timur Tengah. Menara utama yang berbahan besi dan beton tersebut sehari-harinya digunakan untuk menyiarkan suara azan dari pengeras suara. Kesan modern diperlihatkan bukan hanya dari penggunaan lantai marmer dan material besi serta beton tetapi juga keminimalisan ornamen baik eksterior maupun interior. Tiang-tiang persegi yang menopang serambi dibuat polos tanpa hiasan. Penggunaan kaso pipa berdiameter 6 cm dan beton balok tanpa balutan material apapun pada struktur atap memberikan kesan modern namun tetap sederhana. Penempatan kaca-kaca yang mengelilingi bagian bawah kubah dimaksudkan untuk memberikan efek terang dari pantulan sinar matahari yang akan menerangi ruang sholat utama di siang hari. Ornamen geometris bergerigi pada dinding muka masjid dan di dalam ruang sholat utama mempertegas kesederhanaan masjid terbesar di kawasan Bandar Kemayoran ini.

Masjid Akbar dibangun dengan tujuan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat secara keseluruhan sebagaimana masjid di zaman Rasulullah. Bukan hanya sekedar untuk menyelenggarakan ibadah yang diwajibkan dalam Islam tetapi juga pemberdayaan ekonomi umat, kegiatan sosial masyarakat, dan pendidikan. Manajemen masjid yang dikelola secara profesional dan modern tidak berarti hilangnya ruh kedamaian serta ketenangan di tengah hutan bangunan bertingkat di kawasan ini. Selain sholat fardhu berjama’ah setiap harinya, masjid ini juga menyelenggarakan kajian rutin, tabliq, ibadah Romadhon, sholat Ied, dan perayaan hari-hari besar umat Islam lainnya. Kegiatan kajian rutin Masjid Akbar Kemayoran antara lain:

  1. Pengajian Ta’lim Muslimat setiap hari Kamis pukul 09.00-10.00 WIB dengan peserta anggota Ta’lim dan jama’ah perempuan umum. Materi kajian meliputi pembacaan kitab suci Al Quran dan penjelasan ayat serta tajwid dari ayat yang dibaca, penghafalan ayat suci Al Qur’an, serta siraman rohani.
  2. Pengajian Ta’lim Muslimat Gabungan setiap satu bulan sekali pada pekan pertama, pukul 13.00-15.00 WIB. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antar majelis taklim di kawasan sekitar, yang juga terbuka untuk umum.
  3. Kajian Kitab Bidayatul Hidayah Tafsir Munir setiap Selasa malam ba’da sholat Maghrib hingga jelang sholat Isya, di ruang sholat utama, dan terbuka untuk umum.