Masa Pertunangan

Setelah lamaran diterima oleh pihak si gadis, maka tingkat pengesahan bertunangan menjadi tahap berikutnya. Tahap ini ditandai dengan adanya suatu acara mengantar kue-kue dan buah-buahan dari pihak laki-laki ke rumah pihak si gadis, yang kemudian dibalas dengan makanan berupa nasi dan laukpauknya, dan seterusnya dibagikan kepada semua anggota keluarga masing-masing.

Dalam masa bertunangan ini bukan berarti si gadis dan si pemuda sudah bebas bertemu, sebab di antara mereka masih tetap ada batas-batas hubungan yang berdasarkan pada tata sopan-santun dan susila. Mereka tidak boleh bepergian berdua saja tanpa ada penyerta dari fihak orang tua si gadis. Dan adalah kewajiban si pemuda untuk pada hari Tahun Baru Cina, mengirim ikan bandeng dan kue keranjang kepada calon mertuanya. Kalau syarat ini sampai dilupakan maka akibatnya fihak laki-laki akan mendapatkan sikap yang kurang baik dari calon mertuanya. Masa bertunangan ini berlangsung sampai saat perkawinan tiba.

Setelah itu utusan kembali dengan membawa ketentuan hari perkawinan yang sudah diputuskan. Maka dipersiapkan oleh fihak laki-laki apa-apa yang diperlukan untuk perayaan perkawinan.