MARULI SILITONGA

Lahir di Kabanjahe, Sumatera Utara, 29 Februari 1928 dan tutup usia pada tanggal 14 Mei 1992 dalam usia 64 tahun. Di zaman revolusi, masuk Tentara Pelajar (TP) di Bukittinggi dan menjadi Wakil Komandan TP se-Sumatera. Pernah menimba ilmu ekonomi di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Sempat mampir di Universitas Indonesia, tetapi tidak rampung. Semasa mahasiswa aktif dalam pergerakan mahasiswa dan pada tahun 1965 mendirikan Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMS). Bekerja di Biro Perancang Negara, Sekretariat Negara, Bina Graha, dan Yayasan Supersemar sebagai ketua tata usaha.

Di rumahnya di Jl. Taman Matraman No. 10 Jakarta biasa diadakan pertemuan studieclub. Pertemuan yang dihadiri oleh P.K. Ojong, Soe Hok Gie, Ongkoham, Pernansi, Zainal Akse, Soedjatmoko, dan Rosihan Anwar banyak mengkaji masalah modernisasi. Mereka merumuskan konsep-konsepnya yang dapat digunakan dalam perkembangan bangsa dan negara ke depan, pasca Soekarno.

Bersama mertuanya yang mantan Dirut Bank Negara Indonesia, Margono Djojohadikusumo, aktif membantu mendirikan Yayasan Hatta pada tahun 1953 dan Perpustakaan Yayasan Hatta di Yogyakarta. Pada awa11950an, Yayasan Hatta banyak membantu mahasiswa dengan beasiswa belajar ke Amerika Serikat. Pendirian Yayasan Hatta merupakan upaya mewujudkan suatu masyarakat modern melalui pendidikan. Sampai akhir hayatnya Maruli tetap membina yayasan tersebut.