MARSHAL HERMAN WILLEM DAENDELS

Seorang revolusioner Belanda, jenderal Perancis dan gubernur di Muenster (Jerman). Daendels diangkat sebagai Marsekal Belanda waktu ditetapkan sebagai Gubernur Jenderal Hindia-Belanda pada tahun 1807. Ketika diangkat menjadi Gubernur Jenderal, selain mempertahankan koloni, ia juga ditugaskan untuk memperbaiki keadaan kesehatan kota, karena pada abad ke-18 kota Batavia yang tadinya dijuluki Ratu dari Timur (Koningen van Oosten), telah berubah menjadi kuburan orang Belanda (Graf der Hollanders). Apabila tidak berhasil maka Daendels diwajibkan untuk membuat usulan tentang kemungkinan pemindahan ibukota "koloni milik Belanda di Asia" itu ke tempat lain di Pulau Jawa yang cocok untuk keperluan tersebut. Sehubungan dengan hal itu, Daendels kemudian memutuskan bahwa benteng kota sudah tidak dapat dipertahankan lagi dan ia lalu memindahkan pusat pemerintahan ke Weltevreden. Ia membongkar banyak gedung masa VOC di Kota dan menetapkan Weltevreden sebagai daerah pemerintahan yang baru.

Pada tahun 1811 Gubernur Jenderal Batavia Daendels membongkar kasteellama, Benteng Culemborg, sebuah benteng di ujung timur Jl. Dr. Sutomo, benteng di selatan Molenvliet, dan dinding kota lama (1809) serta memindahkan seluruh pemerintahan Batavia ke kota baru di selatan kota tidak jauh dari "country seat" milik van der Parra. Sebagai bagian dari rencana pemindahan ini Daendels memerintahkan untuk membangun rumah baru bagi Societeit Harmonie di Rijswijk. Ketika pembangunan istananya belum selesai, pemerintah merombak rumah van Braam untuk pemukiman resmi gubernur jenderal (1820).

Sesuai dengan tugas yang dipikulkan kepadanya, andil Gubernur Jenderal Daendels dalam pembinaan dan perkembangan Kota Batavia cukup besar. Sebab tugasnya mengorganisasi pertahanan menghadapi Inggris dan mengadakan perubahan-perubahan pemerintah kolonial, sekaligus menyangkut kewajiban untuk memperbaiki kesehatan Kota Batavia. Berdasarkan instruksi tersebut, Daendels membuat rencana besar untuk mengubah Weltevreden menjadi ibukota baru yang segar dan sehat, sungguhpun keadaan keuangan pada waktu itu sangat buruk. Dan nampaknya cita-cita Daendels itu membuahkan hasil sebab pada masa-masa berikutnya (1819-1844) angka kematian orang-orang Eropa cenderung menurun.

Selain itu Daendels memerintahkan perombakan dan penggusuran bangunan-bangunan liar di Kota Batavia secara berangsur-angsur, dan para penghuninya dipindahkan ke tempat lain yang telah disediakan, yakni daerah di selatan Weltevreden, Rijswijk dan Noordwijk. Daendels bercita-cita agar kota yang pemah mendapatkan julukan Ratu dari Timur itu kelak hanya akan terisi dengan bangunan-bangunan yang bagus.

Daendels menggunakan "Champ de Mars" (lapangan Banteng) untuk latihan militer meski daerah ini masih berawa dan tidak rata (1809). Dia juga memberikan sebuah gereja kecil kepada Perfect Apostolik yang terletak di sisi selatan Jl. Kenanga di daerah Senen. Karena perlakuan kasarnya, ia mempunyai banyak musuh yang menuduhnya korupsi. Oleh Kaisar Napoleon I ia dipindahkan ke benteng Modlin di polandia pada tahun 1811. Ia meninggal sebagai Gubernur Jendral Belanda di Elima (Guinea, Afrika) pada 1818.