Marlia Hardi

Seorang pemain watak yang kuat. Lahir di Magelang, Jawa Tengah, 10 Maret 1927. Ia tamatan HIS 1942. Kehidupan keluarganya tidak banyak diketahui. Konon, ia bercerai dari suaminya dan mempunyai dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Anak lelakinya dikabarkan menderita keterbelakangan mental. Telah lama Marlia Hardy menjadi pemain sandiwara, di samping bermain film. Filrnnya yang pertama, Untuk Sang Merah Putih, dibuat pada tahun 1950. Sejak itu sampai dengan tahun 1978, ia sudah membintangi lebih dari 50 judul film. Hampir dalam semua film itu ia memainkan peran ibu. Namanya dikenal oleh masyarakat luas pada tahun 1973, ketika bersama Awaluddin, Musa Sanjaya (Didu), Tuti Harianika (Kiki), Ruri, dan Bibi Supi, memelopori jenis sandiwara keluarga di Televisi, Keluarga Marlia Hardy. Gagasan ini kemudian ditiru oleh banyak kelompok sandiwara lain.

Selain Keluarga Marlia Hardi, ia juga tergabung dalam Keluarga Pramuji mengisi acara Derap Pramuka, sejak 1982. Aktif di sandiwara sudah dilakukannya sejak tahun empat puluhan, kemudian terjun ke film. Film pertamanya sebagai figuran dalam Untuk Sang Merah Putih (1950). Dalam film Si Pincang (1951) karya Kotot Sukardi ia dinilai sukses memerankan tokoh nenek (mbah) si Pincang, karena usianya waktu itu baru pantas menjadi seorang ibu (24 tahun). Sejak itu namanya mulai menanjak dan hingga 1982, ia telah bermain pada sekitar 60 buah film, baik sebagai pemeran utama maupun pemeran pembantu, antara lain Inspektur Rachman, Cambuk Api, Anak-anak Revolusi, Tuan Tanah Kedawung, Merenda Hari Esok, Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982) dll. Pada Pekan Apresiasi Film Nasional 1967 di Jakarta, ia terpilih sebagai unggulan (nominasi) Pemeran Pembantu Utama dari filmnya Merenda Hari Esok arahan sutradara Ida Farida.