MARIAM, SI

Seorang nyai yang kisah tragisnya begitu kondang di Batavia. Si Mariam adalah gundik sinyo Belanda yang bernama John. Mereka saling suka. Diam-diam mereka saling berhubungan, Mariam takut ketahuan pacaran dengan 'orang kafir' oleh bapaknya, Acim, yang seorang haji; John segan ketahuan memiliki jantung hati seorang inlander.

Suatu saat ayah Mariam sakit keras. Ayah yang keadaannya kritis ini meminta pada Mariam, si anak semata wayangnya, untuk segera mempertemukannya dengan sang calon mantu. Mariam bingung karena tak ingin melihat sang ayah mengetahui bahwa pacarnya adalah seorang bule. Dalam pada itu, ayah John pun tidak setuju hubungan john dengan Mariam, Mariam diusir dari rumahnya. Dalam perjalanan pulang Mariam berkenalan dengan seorang tukang sado bernama Husin. Mariam menceritakan semua kesulitannya. Mendengar kisah sedih Mariam, Husin ingin menolong, dengan berpura-pura menjadi pacar Mariam.

Mereka kemudian menikah didepan penghulu. Keduanya sepakat untuk bercerai setelah ayah Mariam meninggal. Tetapi ternyata Haji Acim tak jadi meninggal. Di lain pihak, Husin benar-benar jatuh cinta pada Mariam, bahkan ingin lebih dari yang telah mereka sepakati. Tetapi Mariam tetap bersikukuh dengan cinta sejatinya, si bule John. John yang tahu si pacar kawin dengan orang lain, marah dan mendendam.

Dengan kekuasaan ayahnya dia menyuruh serdadu kompeni untuk menangkap Husin dan Mariam. Mariam kemudian mati tragis akibat perlakuan kurang ajar penjahat Piit. Jenazahnya diketemukan di muara Ancol. Sejak itu konon arwah Mariam selalu gentayangan di sekitar jembatan Ancol. Kisah tragis Mariam ini kemudian dikenal dengan sebutan Si Manis Jembatan Ancol.