Marga T

Sastrawan. Terlahir sebagai Tjoa Liang Tjoe di Jakarta, 29 September 1943. Pendidikan terakhirnya di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti tahun 1975. Pernah tinggal di Jerman selama lima tahun, mendapat calon suami di sana dan menikah pada 1979. Novel pertama yang benar-benar mengangkat namanya sebagai seorang penulis yang berbakat berjudul Karmila. Novel yang terbit pada 1971 ini benar-benar meledak di pasaran hingga cetak ulang sebanyak 9 kali. Novel ini semula adalah cerita bersambung yang dimuat pada harian Kompas. Gaya pengungkapannya yang khas dan dianggap bergaya baru bagi para pembacanya, telah membuat Karmila menjadi novel yang populer. Novel ini kemudian difilmkan dengan sutradara Ami Priyono.

Sebagai penulis dia pernah menimbulkan kontroversi. Dalam sebuah pertemuan budaya di Taman Ismail Marzuki 1974, Rosihan Anwar mempertanyakan eksistensinya sebagai penulis di forum. Dan ini kemudian menjadi polemik panas di media massa. Sebagian pengamat menganggap karya-karyanya tidak pantas untuk dimasukkan dalam kategori sastra karena dia novelis koran, novelis pop. Sebagian lain mendukung bahwa karya-karyanya memang pantas dibicarakan. Dia pernah dianggap sebagai penulis terbaik untuk jenis cerita hiburan sehat. Bahasanya dianggap cair dan sederhana. Pelukisan adegan percintaannya pun tidak pernah tergelincir ke arah yang vulgar.

Dalam menulis dia tidak hanya mengandalkan imajinasi saja, riset lapangan adalah satu hal yang wajib baginya. Inilah yang membuat dia enggan dikenal sebagai orang terkenal. Kebebasan baginya adalah sumber inspirasi dan dikenal sebagai penulis yang sangat disiplin. Ini diwujudkan tidak hanya dengan secara teratur menulis, tetapi juga membaca buku genre apa saja secara teratur. Karya-karyanya yang pernah terbit antara lain: Karmila, Badai Pasti Berlalu, Cema Sebuah Hati, Setangkai Edelweiss (yang ditulisnya selama tinggal di Jerman), Sebuah Ilusi, Bukan Impian Semusim, Sepotong Hati Tua, Rumah Adalah Istanaku, Monik, Petromarin (hasil kerjasama dengan suaminya), Ranjau-ranjau Cinta, Untuk Nana.