Marakarma

Dilahirkan di Bukit tinggi (Sumatera Barat) tahun 1926 dan meninggal di Jakarta 24 Desember 2001. Pendidikannya diperoleh dari Indonesisch Nationale School (INS) Kayutanam, Bukit tinggi. Sekolah ini didirikan Mohammad Syafei dengan pola pendidikan yang khas, yang mempertemukannya dengan Mochtar Lubis dan Iswara Darmaputra kelak melahirkan harian Indonesia Raya tahun 1949. Ia mulai dikenal sejak Kongres Pemuda di Yogyakarta, 1945, sebagai pemimpin Gerakan pemuda Melayu. Tercatat sebagai pendiri Majalah Mutiara (1950), bergabung di harian Abadi dan Pelopor Baru (1966-1970), dan sukses sebagai Pemimpin Redaksi Harian Angkatan Bersenjata (1971-1974). Di koran terakhir ini, ia berkawan dengan Arifin C. Noer dan Taufiq Ismail.

Setelah menulis biografi Ibu Sutowo, Dirut Pertamina, aktivitasnya merambah ke dunia kehumasan. Pernah jadi konsultan public affairs di Kedutaan Besar Jepang, Pertamina, Bank Panin, dan Kelompok Nugra Santana. Juga diakui sebagai dosen luar biasa . di Jurusan Komunikasi, Universitas Indonesia, Jakarta, pada 1975-1989. Talentanya di bidang seni rupa ditekuni betul sejak 1987 hingga akhir hayatnya. Sebagai pelukis, namanya sebenarnya mencuat ketika ia hijrah ke Jakarta, 1949. ia berbaur dengan S. Sudjojono, Zaini, Nashar, dan Abas Alibasjah. Tapi, ia tak setenar para "maestro" , karena kiprahnya sebagai pelukis lebih karena panggilan hati.

Namun, pencariannya dijagat seni lukis tak pernah berhenti dan sepenuhnya ingin memahami modernisme. Penjelajahannya bisa disimak dari karya-karyanya. Lukisan Ciliwung Tempo Dulu (1951) mewakili masa realisnya yang kental dengan teknik akademis. Sesudah masa kemerdekaan, ia tergerak mempelajari gaya modern. Hingga 1960-an, lukisannya didominasi karya geometrikal. Di masa itu, gaya modern diusung Mochtar Apin, Achmad Sadali, dan Srihadi Soedarsono. Sepanjang 1970-an dan 1980-an, karya Mara mulai bergeser ke lukisan yang "berjiwa" dan "berisi". Ia mulai memberi perhatian pada warna dan citra cahaya Beberapa lukisannya paling akhir mulai menyentuh bentuk tematis, berupa kritik sosial terhadap kehidupan modern.