MANGGARAI, KAMPUNG

Manggarai merupakan salah satu nama tempat di wilayah Jakarta Selatan. Nama kawasan tersebut diberikan oleh penghuni awal, yaitu orang-orang Flores Barat. Nama tersebut diberikan karena sesuai dengan nama tempat asal mereka di Kabupaten Manggarai, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. Tujuan diberikannya nama tersebut sebagai pengikat kenangan pada kampung halaman yang telah mereka tinggalkan.

Menurut sejarah, sebelum Perang Dunia II di Manggarai berkembang sebuah taria yang disebut lenggo, diiringi orkes, antara lain terdiri atas tiga buah rebana biang. Jaap Kunst, seorang ahli etnomusikologi dalam bukunya  Music in Java jilid II menyajikan gambar tarian tersebut. Kini tari tersebut berubah nama menjadi tari belenggo yang menjadi tari khas Betawi.

Stasiun Manggarai

Sumber: https://situsbudaya.id

Dewasa ini, kawasan Manggarai terbagi menjadi dua kelurahan. Kelurahan Manggarai Selatan dan Kelurahan Manggarai yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan. Di kawasan ini terdapat sebuah Stasiun Kereta Api yang cukup padat setiap harinya, karena stasiun tersebut merupakan stasiun transit bagi para pengguna jasa kereta api tujuan Bogor, Depok, Jatinegara, Bekasi dan Jakartakota. Stasiun ini merupakan stasiun peninggalan Belanda. Tidak hanya stasiun, peninggalan Belanda di wilayah ini terdapat sebuat bengkel kereta api dan kompleks perumahan yang tertata rapi. Stasiun Manggarai juga telah menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia pada tanggal 3 Januari 1946, Kereta Luar Biasa (KLB) mengangkut rombongan Presiden Soekarno Hatta ke kota Yogyakarta.