Mandiri, Teater

Disebut sebagai teater post-modern oleh beberapa kritisi. Teater asuhan Putu Wijaya ini dikenal dengan konsep terornya terhadap penonton. Tugas teater adalah melakukan teguran, memberi tekanan dan menyerang kesadaran penonton agar membuatnya terlibat pada kenyataan. Tokoh-tokohnya seringkali tanpa karakter, dan hanya mewakili pribadi-pribadi yang anonim. Logika acapkali terbalik sementara percakapan terus meluncur, namun kadang-kadang dengan makna yang berlawanan. Dengan mengambil inspirasi dari pertunjukan teater tradisional Bali, pertunjukan teater Mandiri memenuhi ruang dengan mengeksplorasi penggunaan cahaya dan kain yang riuh. Pentas ini memberondong penonton dalam berbagai bentuk citra dan simbol, tentang dehumanisasi martabat manusia. Naskah-naskah yang dipentaskan hanyalah karya sang sutradara Putu Wijaya, dan beberapa yang penting antara lain: Aduh, Dag Dig Dug, Anu, Edan, Aum, Gerr, Aib, dll.