MAMPANGWEG

Nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang saat ini dikenal n. Teuku Cik Di Tiro. Gedung dan bangunan yang ada dijalan tersebut diantaranya Rumah Tinggal Duta Besar Mesir. Pada awalnya bangunan di sepanjang jalan tersebut merupakan rumah tinggal, namun berubah mengikuti perkembangan gaya bangunan atau selera pemiliknya. Salah satu bangunan yang telah menerima Penghargaan Plakat dan Sertifikat Sadar Pemugaran 1993 dan 1996, yaitu Jl. Cik Di Tiro No. 62. Rumah tersebut dibangun sekitar tahun 1930-an dengan gaya arsitektur Indisch yang cukup populer masa itu. Mereka membelinya dari keluarga Mansvield, berkebangsaan Belanda pada tahun 1958.

Pembagian ruangan dalam rumah tidak rumit. Berlantai satu dengan sirkulasi udara alami cukup baik, sehingga suasana dalam ruang tetap sejuk. Pada bagian depan terdapat ruang-ruang bersifat umum, yaitu ruang tamu dan ruang keluarga. Dua ruang kamar tidur dan kamar mandi terdapat di bagian tengah. Sedangkan bagian belakang terdapat ruang pelayanan. Koridor berada di samping kanan bangunan, menghubungkan ruang duduk dengan ruang pelayanan dan halaman samping. Keunikan terdapat pada bagian penutup lantai ubin semen berwarna kuning yang diberi aksen permainan pola geometris ubin semen warna merah dan abu-abu di ruang duduk. Pagar pembatas rendah dari besi dan kawat tembus pandang, sehingga keindahan taman dapat dinikmati oleh pejalan kaki dan pemakai jalan.