MALAM KONDANGAN

Malam kondangan merupakan salah satu rangkaian acara pernikahan dalam masyarakat Betawi. Malam kondangan ini merupakan acara pesta yang dilakukan di rumah mempelai wanita maupun mempelai pria. Terdapat dua macam acara malam kondangan ini. Pertama, acra pesta dilakukan tidak berganti minggu. Jika akad nikah dilakukan hari Jumat, maka acara pesta dilaksanakan pada malam Sabtu hingga siang hari esok. Keesokan harinya setelah Dzuhur, mempelai wanita di bawa ke rumah mempelai pria untuk melaksanakan pesta di sana. Kedua, acara pesta yang dilakukan pada berganti minggu maka acara pesta di rumah mempelai wanita dilakukan pada Sabtu malam minggu setelah akad nikah. Lalu acara pesta di rumah mempelai pria dilakukan pada Sabtu malam minggu pada minggu berikutnya.

Malam kondangan dihadiri oleh sanak keluarga, kerabat, tetangga, dan teman-teman dari kedua mempelai maupun orang tua mempelai. Untuk mengundang para tamu di malam kondangan, pada tempo dulu cara mengundang seseorang dengan mendatangi langsung tamu undangan yang ingin diundang. Sebagai tanda undangan, bapak-bapak diberikan sebatang rokok dan ibu-ibu diberikan selembar daun sirih. Tanda undangan tersebut disertai dengan undangan tertulis yang sudah dicetak.

Hidangan malam kondangan berupa kue-kue tidak disuguhi makanan berat seperti nasi. Makanan berat sudah disuguhi pada saat akad nikah. Kue-kue yang disuguhi pada malam kondangan berupa kue talam, kue pisang, kue pepe dan beberapa kue lain yang dibuat sendiri. Tidak hanya itu, tamu juga disuguhi pisang raja sereh dan the yang disediakan di dalam gelas. Tamu-tamu tersebut dilayani oleh pengejek (sebutan pelayan pada malam jamuan tersebut).

Sebelum pulang, para tamu undangan akan memberi angpau kepada tuan rumah yang berisi sejumlah uang di dalamnya. Bagi tamu undangan yang tidak dapat hadir dapat menitipkan angpaunya kepada tamu undangan yang hadir. Bagi sanak keluarga tidak memberikan angpau karena mereka sudah membantu menyumbang berupa bahan makanan untuk kegiatan pesta.