MAKAM PENDEKAR DARAH PUTIH : PENYELAMAT PULAU PANGGANG

Bagi masyarakat pulau Panggang, Kepulauan Seribu, mereka memiliki sosok pahlawan yang masih sangat dihormati hingga saat ini. Menurut cerita yang sudah ada diwarisi dari generasi ke generasi, dulunya masyarakat pulau Panggang yang hendak mencari ikan tanpa sengaja menemukan sosok seseorang yang terdampar di pantai pulau Paniki, tidak jauh dari pulau Panggang. Pada sekujur tubuh orang yang terdampar tersebut tertancap teritip atau kerang yang hidup pada benda yang lama berada di laut. Ketika masyarakat yang menolongnya mencabut teritip tersebut justru mengeluarkan cairan putih bukan darah.

 

Tidak lama berselang, pulau Panggang diserang kawanan perompak bajak laut dan orang yang diselamatkan tadi dengan berani melawan dan mengalahkan mereka. Masyarakat sempat dibuat terkejut ketika perompak tersebut sempat melukainya namun yang keluar hanya cairan putih bukan darah merah. Sejak saat itulah mereka menyebut sosok orang tersebut sebagai Pendekar Darah Putih.

 

Beberapa perompak yang tertangkap kemudian diberikan pelajaran oleh Pendekar Darah Putih agar kapok dan tidak mengulangi perbuatan jahatnya. Caranya dengan membuat seolah-olah Pendekar Darah Putih memanggang salah seorang perompaknya dalam keadaan hidup-hidup padahal yang dibakar hanyalah seekor kambing yang berada di kejauhan. Perompak lainnya akhirnya takut dan berjanji tidak akan menganggu masyarakat pulau Panggang lagi. Sejak saat itulah pulau Panggang selalu aman.

 

Pendekar Darah Putih diyakini berasal dari wilayah Mandar, Sulawesi. Sosok Pendekar Darah Putih meninggalkan jejak makam kramat pulo di pinggir jalan pulau Panggang yang dikenal dengan Makam Pendekar Darah Putih dan diakui sebagai salah satu cagar budaya DKI Jakarta. Sejak tahun 1975 hingga saat ini makam tersebut dijaga oleh Hajah Supena.