Makam Masjid Tambora, Wisata Religi

Makam di komplek Masjid Tambora berada di sudut tenggara halaman bagian depan. Ada makam para pendiri masjid yang diberi cungkup, yaitu KH Moestadjib dan Ki Daeng. Mereka berasal dari Tambora di pulau Sumbawa, sehingga untuk menghormati keduanya, masjid inipun diberi nama Tambora, begitu juga nama jalan Tambora Masjid yang menggantikan nama jalan Blandongan. Konon KH Moestodjib dan Ki Daeng membangun masjid ini sebagai rasa syukur setelah menjalani kerja paksa selama 5 tahun karena memberontak kepada pemerintah Hindia Belanda.

Bangunan cungkup yang menaungi makam berbentuk empat persegi panjang, berukuran panjang 3,1 m, lebar 1,8 m, dan tinggi 3,07 m. Atap cungkup berbentuk trapesium, ditutup genteng yang ditopang kayu kaso dan langsung bertumpu pada dinding bagian atas . Dinding cungkup berupa setengah tembok setinggi 40 cm, dan atasnya teralis dari besi. Pintu cungkup ada di sisi utara, persis di bagian kepala makam. Tiang penyangga ada lima buah, dua di sisi timur dan tiga di sisi barat, masing-masing setinggi 2,27 m. Tiang berdiri di atas pelipit miring, dinding sisi depannya berhiaskan ubin buatan Delft berwarna biru dan bergambar. Ubin-ubin semacam ini sering digunakan oleh orang-orang Moor (kalangan muslim India asal Koromandel) yang ‘mampu’ untuk menghias rumah mereka. Pada masing-masing tiang terdapat kayu kaso penopang ujung genteng, berukuran 65,5 cm dan 68,5 cm. Di bagian bawah atap cungkup terdapat ukiran kayu bergaya Tionghoa. Lantai bangunan cungkup terbuat dari keramik berwarna biru.

Kijing atau jirat berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang 2,06 m, lebar 45 cm, dan tinggi 22 cm. Kijing terbuat dari semen yang dilapis keramik warna biru, dan bagian tengahnya ditutup tanah dengan taburan batu kali kecil agar peziarah dapat menaburkan bunga di atasnya. Nisan ada di bagian kepala dan kaki. Nisan di bagian kepala terbagi atas dasar (kaki), badan bagian bawah, badan bagian atas, bahu, dan puncak. Bagian dasar berbentuk empat persegi panjang, badan bagian bawah berbentuk empat persegi panjang mengikuti pola bagian dasar, badan bagian atas dan bahu berbentuk silinder, sedangkan puncaknya berbentuk runcing. Nisan bagian kaki Kyai Haji Moestodjib berbentuk bunga nanas. Tinggi nisan 43 cm dan diameter 21 cm. Terbuat dari batu yang tampaknya dipotong searah. Nisan bagian atas tanpa hiasan, sedangkan bagian bawah diberi hiasan flora.