Mak Comblang

Perantara dalam perjodohan baik dari pihak laki-laki maupun perempuan dalam kehidupan masyarakat Betawi. Tugas mak comblang adalah untuk menyelidiki calon pengantin sebelum memasuki tahap perkawinan. Dalam tradisi masyarakat Betawi dimana keluarga pria meminta wanita yang dipercaya untuk menyelidiki kesungguhan keluarga wanita berbesan dengan keluarga laki-laki. Hal ini juga dilakukan oleh keluarga perempuan. Setelah lamaran diterima pihak wanita, maka resmilah perjodohan mereka, kemudian dibuatlah kesepakatan kedua belah pihak dalam menentukan waktu pernikahan. Mak Comblang tempo dulu memakai konde sisir, kerudung dilipat di atas, berbaju kebaya lusuh memakai kain di bawah dengkul tanpa memakai angkin dan memakan sirih, kesannya sangat lusuh dan kebanyakan sudah berusia lanjut. Saat ini Mak Comblang tidak terikat pada kain dan kebaya. Demikian pula pada usia, yang penting mereka mempunyai pergaulan yang luas dan supel bahkan mereka tampil sangat rapi. Dan tentu saja setiap mak comblang akan mendapat imbalan ala kadarnya tidak terikat atau mengikat tarif, karena mereka menganggap pekerjaan ini termasuk ibadah dari mengharapkan ganjaran dari Allah SWT.