MAHAR MARDJONO

Ahli saraf pertama Indonesia, dan menjabat sebagai rektor Universitas Indonesia pada tahun 1973-1982. Lahir, Semarang, 8 Januari 1923 dan meninggal: Jakarta, 19 September 2002. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Pendidikan yang pernah ditempuhnya adalah ELS (Europesche Lagere School) di Pare, RBS (Rogere Burgerschool) di Malang, Geneeskundige Hogeschool (Sekolah Tinggi Kedokteran) di Jakarta, lalu Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pada masa perang kemerdekaan, ikut bertempur dan sempat ditawan Belanda sehingga kuliah kedokterannya terputus-putus. Ia juga menjalani pendidikan militer melalui Peta. Akhirnya melanjutkan pendidikannya di bidang neurologi di Universitas California, kemudian meraih gelar doktor di FKUI dengan tesis berjudul Beberapa Segi Klinik Epilepsi.

Menjabat kepala Bagian Neurologi FKUI sekaligus dekan FKUI. Ketika menjabat rektor UI, ia menghadapi dua peristiwa besar mahasiswa, yakni peristiwa Malari (1974) dan masalah Normalisasi Kehidupan Kampus (1978). Saat menjabat ketua umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, ia juga menghadapi masalah besar menyangkut kegiatan sementara dokter yang juga berpraktik sebagai dukun. Peristiwa paling menonjol adalah kegiatan dr. Gunawan Simon yang dianggap tidak etis dan berbau dukun. Ia juga menjadi anggota tim dokter ahli kepresidenan RI, guru besar neurologi FKUI dan pendiri serta ketua Perkumpulan Ahli Neurologi, Psikiatri dan Neurosurgery. Anggota kehormatan Ikatan Ahli Neurologi Perancis, anggota Federasi Neurologi Dunia dan menulis beberapa buku, antara lain Neurologi Dasar (1967) dan Pengobatan Penyakit Saraf (l 967).