Lukisan “salib’, Seni Rupa

“Salib” adalah lukisan karya Bagong Kussudiardjo, yang di buat pada tahun 1974, di tuangkan di atas kanvas berukuran 100 x 140 cm dengan menggunakan cat minyak.

Lukisan ini mengungkapkan secara deformatif dua sosok figur dalam penyaliban. Dengan gaya Eskpresionisme, gestur tubuh-tubuh yang tersalib dibangun lewat spontanitas garis dan warna-warna yang berat. Sebagai latar belakang muncul kontras warna putih dan oranye yang merepresentasikan cahaya dan ruang. Secara keseluruhan menunjukan suatu dinamika gerak, tetapi sekaligus nada yang berat. Penanda visual tersebut mengungkapkan kepekatan hati Bagong dalam menghayati tema yang diungkap.

Bagong Kussudiardjo termasuk salah satu pelukis Yogyakarta yang berada dalam barisan awal ungkapan lirikan personal. Idiom ini merupakan antitesis terhadap paradigma Estetik-Kerakyatan yang pada masa itu sangat kuat dianut oleh seniman-seniman Yogyakarta, bahkan mengeras dalam faham yang Revolusioner. Dengan mengawali objek-objek Geometrik, kemudian Abstraksi dan Eskpresionis, ia memuncaki perjalanan gaya itu dalam Abstraksi Murni. Dalam konteks perkembangan itulah Bagong dapat menemukan jati dirinya antara lain dalam idiom-idiom religius Kristen.

Lukisan ini secara langsung akan membawa imajinasi pada peristiwa penyaliban Yesus. Pesan yang dibawa adalah kemuliaan penderitaan dalam dimensi peristiwa sakral itu. Walaupun Bagong mengungkap nilai simbolik yang dalam, namun ia lebih menekankan pada sensibilitas penghayatan personal lewat bahasa Abstraksi visualnya. Sensibilitas itu diharapkan bisa menyentuh impuls orang lain dalam penghayatan simbolik penderitaan yang ingin diungkapkan