Lo Fen Koei

Karya sastra Melayu-Tionghoa karya Gouw Peng Liang dan ditulis tahun 1903. Judul lengkap buku ini adalah Tjerita jang betoel soedah kedjadian di Pulo Djawa dari halnja satoe Toean Tana dan Pachter Opioem di Residentie Benawan bernama LO FEN KOEI terpetik dari s.K.E.E. terkarang oleh G.P.L. (G. Kolff & Co, Batavia, 1903). Maksud S.K.B.B. adalah Surat Kabar Bintang Betawi. Cerita ini diterbitkan dalam dua versi syair yang terdiri atas 586 bait. Novel ini merupakan karya asli dalam kesusastraan Melayu Cina di Indonesia yang berkembang sejak tahun 1870-an sampai tahun 1950-an.Tokoh-tokoh utama dalam cerita ini antara lain: Lo Fen Koei, Demang Tabrie, Tan Hin Seng. Souw Gi Tong, dan Tan San Nio.

Diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Pulau Jawa, sastra ini menceritakan kekejaman seorang kaya terhadap rakyat miskin, serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat Tionghoa pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dikisahakan, Lo Fen Koei, seorang tuan tanah yang kaya raya dan pachter opium di kota Benawan, tapi hatinya kejam dan tega dengan orang-orang kecil yang miskin. Diceritakan seorang penjual sayur bernama Tan Hin Seng di Rawa Sungit yang mempunyai seorang gadis bernama Tan San Nio. Lo Lo Fen Koei ingin menjadikannya gundik atau bini muda dengan dikasih uang f 500, tetapi ditolak Tan Hin Seng. Melalui demang Tabri ia menjebak Tan Hin Seng dengan tuduhan menyelundupkan candu, padahal dia sendiri yang menyuruh orang menaruh candu dalam kebun penjual sayur tersebut. Candu gelap itulah yang menjadi senjata utama Lo Fen Koei mendapatkan gadis yang diinginkannya, kalau orang tua si gadis ingin selamat dari hukuman berat. Namun begitu, akhirnya Tan Hin Seng atas pertolongan Souw Gi Tong dihukum krakal 90 hari dan dengan bantuan Souw Gi Tong pula ia tidak melakukan pekerjaan berat di penjara dan memperoleh makanan yang baik. Bahkan istri dan anak Tan Hin Seng pun tinggal di rumah Souw Gi Tong, pemuda Cina yang cukup kaya di Banjar Negara. Lo Fen Koei juga melakukan jebakan sama untuk mendapat Laij Nio yang sudah bersuami. Untuk yang satu ini Lo Fen Koei berhasil.

Lo Fen Koei selain berhati kejam, dikenal suka perempuan cantik dan harus mendapatkan perempuan yang diinginkannya dengan jalan apapun. Ia tidak perduli apakah perempuan itu sudah bersuami atau belum. Akhir cerita, setelah selesai menjalani hukuman selama 1 bulan, Souw Gi Tong menikah dengan Tan San Nio. Lo Fen Koei ditangkap oleh polisi, karena ketahuan rahasia kejahatannya, dan secara tragis menembakkan pistol ke mulutnya sendiri saat polisi melakukan penggerebekan ke rumahnya.