LIM WA SIM

Pelukis. Lahir di Bandung, tahun 1929 sebagai anak pengusaha restoran di Jl. ABC. Menyelesaikan sekolah dasar dan menengah di sekolah khusus Tiong Hoa di Bandung, dan mulai belajar melukis dari Mochtar Apin, Abedy dan Sudjana Kerton. Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Pusat Kesenian Beijing di RRC. Dan sempat menetap di Cina sampai pada tahun 1959, sebagai dosen Perguruan Tinggi Xian, lalu kembali ke Indonesia.

Lim Wa Sim bersama Lee Man Fong dikenal sebagai pelukis istana Presiden Soekarno pada tahun 1962-1968 untuk menggantikan Dullah yang selama satu dasawarsa sebelumnya "menjabat" pelukis RI-1. Posisinya tersebut, menyebabkan ia menghilang beberapa lama dan menyamar sebagai pengusaha roti, ketika terjadi kekisruhan politik, pasca lengsernya Soekarno. Sekalipun namanya sempat menghilang, namun ia terus berpameran di luar negeri, kondisi yang menyebabkan banyak lembaga di tingkat internasional tak henti mengingat dan memo berinya penghargaan. Berbagai penghargaan telah ia dapatkan antara lain: Medali Emas dari Academic of Italy tahun 1980 dan Golden Centaur 1982 Prize with Gold Medal. Tahun 1995 ia menerima Lifetime Achievement Awards dari USA Parliement.