Lenong Preman

Salah satu jenis Lenong Betawi, merupakan kebalikan dari Lenong Denes. Lenong Preman membawakan cerita tentang kehidupan drama rumah tangga sehari-hari. Lenong Preman sering disebut juga Lenong jago, karena cerita yang dibawakan umumnya kisah para jagoan, tuan tanah, seperti: Si Pitung, Mirah dari Marunda atau Pandekar Sambuk Wasiat. Cerita tentang kepahlawanan dan kriminal pun menjadi tema utama lakon Lenong ini.

Lenong Preman menggunakan bahasa Betawi dalam pementasannya hingga komunikasi antara pemain dan penonton akrab, Dialog dalam lakon ini biasanya bersifat polos dan spontan, sehingga menimbulkan kesan kasar, kurang sopan dan bahkan porno. Karena cerita yang dibawakan masalah sehari-hari, kostum/pakaian yang digunakannya pun pakaian sehari-hari. Lenong Preman banyak menampilkan adegan laga atau action. Para permainan Lenong pun kebanyakan mahir bermain silat. Aliran silat yang umurnnya dikuasai pemain Lenong Preman adalah aliran silat Beksi. Semua pemain dapat berimprovisasi menampilkan humor, Maka sepanjang pertunjukan Lenong Preman penuh dengan humor. 

Dalam pementasannya digunakan panggung setinggi kurang lebih 1 meter dengan menggunakan dekor yang bergambar suasana perumahan dan pemandangan kotaa, Bahasa yang digunakan berdialek Betawi, pakaian yang dikenakan disesuaikan dengan jalan cerita. Jagoan biasanya digambarkan dengan memakai pakaian dan celana berpotongan koko dan pangsi, kaos oblong, ikat kepala (setangan).