Lenggang Jali, Seni Tari

Tari Lenggang Jali adalah tari Betawi kreasi baru yang mengambil lagu Jali-jali sebagai musik pengiringnya. Tarian ini dibawakan oleh anak-anak, bisa perempuan atau juga laki-laki, dibawakan minimal dua orang penari. Tari Lenggang Jali mengisahkan tentang para remaja yang mengekspresikan kegembiraannya dengan gerakan tarian yang penuh suka cita. Keunikan tari ini adalah tidak dibakukannya gerakan dalam tarian, tetapi justru lagu pengiring utamanya yang harus sama. Lagu utama adalah Jali-jali, dan bisa ditambahkan lagu lainnya seperti Surilang atau lagu Betawi lain yang bernada riang.

Gerakan tari Lenggang Jali bisa dikreasikan sesuai keinginan koreografer karena memang tidak dibakukan, yang penting lagu pengiringnya tidak diubah. Bisa jadi karena tarian ini diperuntukkan bagi anak-anak hingga gerakannya pun harus menyesuaikan dengan usia si penari. Gerakan tari Lenggang Jali dikembangkan dari tari Topeng Betawi tetapi lebih disederhanakan, bahkan bisa dibilang sangat sederhana. Gerakan yang diambil dari tari Topeng Betawi antara lain gerakan kewer, selancar, silat, goyang plastik, dan nandak kagok. Busana yang dikenakan juga kreasi dari kostum tari Topeng Betawi dengan pakem yang tidak diubah, hanya bahan baju dan perlengkapannya saja agar anak-anak yang menari merasa nyaman. Baju yang dikenakan adalah kebaya ronbe dengan pola lengan tiga warna di bagian bawah siku. Bawahan berupa batik Betawi bermotif tanduk atau kebon kosong. Toka-toka menutupi bagian dada penari, amprang yaitu kain yang menutupi bagian perut hingga lutut, pending (ikat pinggang), serta selendang panjang yang dikaitkan pada pending dan sedikit dilebarkan di bagian belakang untuk menutupi panggul. Rambut dibuat konde cepol dengan hiasan kepala, dan mengenakan anting gantung. Penari laki-laki mengenakan baju khas Betawi dengan sarung yang dikalungkan di leher.