Leijdekker, M

Seorang pendeta Belanda terpelajar, menetap di Tugu (sejak 1678) dan menerjemahkan Alkitab Perjanjian Baru untuk pertama kalinya ke dalam Bahasa Melayu. Inilah terjemahan Injil pertama kalinya ke dalam bahasa modern selain bahasa Eropa dan bahasa Mediteranian (sekitar Laut Tengah). Terjemahan tersebut tidak dicetak hingga tahun 1733, gara-gara pendeta dan pengarang F. Valentijn merasa tersaingi. Ia juga mengerjakan penterjemahan yang mempergunakan bahasa Melayu Ambon atau laag Maleis untuk terjemahannya. Ia berusaha keras menyingkirkan terjemahan Leijdekker. Usaha Valentijn sia-sia, walaupun mengundur-undur pencetakan terjemahan Leijdekker. Terjemahan Injil M Leijdekker dari tahun 1733 ini dapat dilihat dalam perpustakaan Lembaga Alkitab, Jl.Salemba Raya 12, sebelah kantor Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).