LANDHUIS

Sebuah rumah besar sebagai tempat tinggal atau peristirahatan tuan tanah. Dahulu di Batavia terdapat banyak landhuis yang besar dan mewah. Di antaranya empat rumah di ujung selatan Tanah Abang Barat (kini Jl. Kebon Sirih dan Jl. Abdul Muis) yang disebut juga country seat. Pemiliknya adalah Jannus Tehodorus Nisbik (1796-1875) dari tahun 1863. Ia meninggal tanpa anak, sehingga mewariskan seluruh kompleks kepada Pieter Albert de Nijs Bik (1875). De nijs Bik sendiri, pada tahun 1918 menjual dua rumah, sebelum meninggal pada tahun 1920. Empat rumah tersebut akhirnya dibongkar untuk perluasan lahan Pasar Tanah Abang (1950-1970).

Gaya arsitektur yang berkembang di Batavia. Rumah besar dari batu, bertingkat, tanpa lorong dalam, di depannya dan kadang-kadang di sekelilinngya ada beranda luas, atapnya yang miring terbuat dari genting, dinding yang diplester tebal dan dikapur putih, lantai bertegel, jendela tinggi dengan kaca persegi empat dan kayu berukir. Tipe kediaman seperti inilah yang selanjutnya merajai dan ketika wilayah Weltevreden dibangun, para arsitek sangat diilhami oleh gaya itu. Ada kalanya mereka memperkecil ukurannya tetapi tetap mempertahankan kebun disekitarnya.