Lampu Cohen

Lampu atau semacam pelita terbuat dari kaleng, yang diletakkan di bagian depan arena pertunjukan Topeng Betawi. Dahulu Lampu Cohen diletakkan di tengah arena dan ketika pertunjukan Topeng Kembang akan diakhiri tariannya, maka mereka mengelilingi Lampu Cohen yang terletak di tengah arena tersebut. Mengelilingi Lampu Cohen merupakan kelaziman dalam mengakhiri satu babak atau bagian dalam kesenian Topeng Betawi.

Lampu ini menggunakan sebuah tabung kaleng sebagai tempat minyak lampu, dan dari tabung ini mencuat tiga tangkai sumbu, di ujung tangkailah api lampu akan menyala. Lampu kaleng yang bersumbu tiga ini disangga dengan satu tiang, biasanya dari pokok bambu yang tingginya lebih kurang satu meter. Setiap sumbu tidak dinyalakan sekaligus. Penyalaan sumbu pertama dilakukan ketika pertunjukan akan dimulai. Sumbu kedua dinyalakan ketika pertama nabuh gamelan dan sumbu ketiga dinyalakan sewaktu Topeng Kembang mulai menari. Untuk saat ini Lampu Cohen hanya sebagai simbol saja, bahkan terkadang tidak dinyalakan lagi, karena dahulu Lampu Cohen merupakan alat penerangan untuk arena dan pemain-pemainnya dan sekarang fungsi tersebut telah tergantikan listrik.