Kunjungan Bintang Sepakbola Brazil, Pele Ke Jakarta (1974), Peristiwa

Bintang sepakbola asal Brazil, Edson Arantes do Nascimento atau yang populer disapa Pele berkunjung ke Jakarta pada tanggal 9-11 Desember 1974. Pemain yang membawa Brazil menjuarai Piala Dunia tahun 1958, 1962 dan 1970 tersebut mendapat sambutan sangat meriah dari masyarakat Jakarta sejak mendarat di bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. Pele direncanakan menghadiri serangkaian agenda acara diantaranya bertemu Presiden Soeharto dan melatih pemain sepakbola muda nasional di Stadion Utama Senayan. Namun karena kelelahan dan merasa demam, Pele akhirnya jatuh sakit sehingga dirinya sempat harus diperiksa oleh tim dokter Kepresidenan RI sesaat sebelum bertemu Presiden Soeharto pada hari Selasa, 10 Desember 1974 di gedung utama Sekretariat Kabinet, komplek Istana Kepresidenan Jakarta. Dokter Kepresidenan menyarankan Pele untuk istirahat total sampai sore hari agar agenda menonton bersama dengan Presiden Soeharto pada Selasa sore tidak batal.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Soeharto, keduanya membahas tentang peluang kerjasama sepakbola dan ekonomi antara Indonesia dengan Brazil, bahkan Pele sempat memuji latex buatan Indonesia adalah yang terbaik di dunia. Pele juga menyerahkan hadiah kepada Presiden Soeharto berupa kaos bernomer punggung 10 dan sebuah medali khusus sebagai peringatan atas pengunduran dirinya dari pemain sepak bola profesional. Pele juga memberikan sebuah bola yang ditandatanganinya untuk Bardosono, anggota Dewan Komisaris PSSI. 

 

Usai bertemu Presiden Soeharto, manajemen Pele menyampaikan kepada media bahwa semua agenda Pele di Jakarta pada hari Selasa itu dari pagi hingga sore diputuskan untuk dibatalkan. Agenda Pele yang semula akan melatih pesepakbola muda di Stadion Utama Senayan akhirnya digantikan oleh pelatih Pele yang terkenal, yakni Prof. Julio Mazzie. Peserta pelatihan sepakbola tersebut juga menikmati tayangan pemutaran film pelatihan sepakbola berjudul "Master and his method" yang dibintangi oleh Pele. Jadwal kepulangan Pele sendiri akhirnya dipercepat menjadi hari Rabu pagi dari jadwal semula pada hari Rabu malam.