KUE PANCONG, KULINER

Kue tradisional Betawi berbahan dasar tepung beras yang dipadu dengan santan dan parutan kelapa serta gula pasir. Bentuknya mirip kue rangi karena dimasak dengan cetakan yang hampir sama, hanya saja ukurannya lebih besar dan cekungannya lebih dalam. Jika sudah matang bentuknya panjang seperti papan penggilasan jadul, bisa disobek  menjadi potongan-potongan yang terpisah.

Kue pancong mempunyai kemiripan dengan kue bandros dari Jawa Barat, dan kue gandos dari Jawa Tengah. Ketiga kue berbahan dasar tepung dan kelapa parut, hanya berbeda variasi tepung dan campuran bahan lainnya. Kue pancong Betawi merupakan campuran tepung beras, santan, gula pasir, garam, serta kelapa parut, yang menghasilkan rasa gurih dan asin. Kue bandros berbahan tepung beras, tepung tapioka, santan, garam, serta kelapa parut, rasanya gurih dan asin seperti kue pancong. Sedangkan kue gandos adalah campuran tepung beras, santan, garam, gula pasir, kelapa parut, serta telur ayam, hingga rasanya gurih, asin, dan sedikit manis. Kue pancong dan kue gandos disajikan polos tanpa taburan di atas kue, sedangkan kue bandros disajikan dengan taburan gula pasir di atasnya. Ketiganya mempunyai ukuran yang sama karena menggunakan cetakan kue pukis. Bisa jadi kemiripan ini hasil interaksi etnis urban, karena sejak dahulu memang banyak orang datang ke Jakarta untuk berbagai kepentingan. Fusion (campuran atau gabungan) dalam kuliner merupakan sesuatu yang biasa terjadi, terlebih antar wilayah yang berdekatan.

Kata pancong sendiri dalam bahasa Betawi berarti alat untuk membersihkan rumput yang tumbuh di antara tanaman padi di ladang. Entah ada hubungannya atau tidak tetapi nama pancong seperti menunjukkan bahwa kue ini asli dari Betawi. Kue pancong sangat populer dan mempunyai banyak penggemar di era delapan puluhan hingga sembilan puluhan. Saat ini penjaja kue pancong menggunakan gerobak dorong atau pikulan masih dapat dijumpai di kelima wilayah Jakarta.

Bahan:

  1. 250 gram tepung beras putih
  2. 250 gram kelapa, buang kulit ari, parut
  3. 650 ml santan
  4. 1 sendok teh garam
  5. 100 ml minyak goreng untuk polesan cetakan

Cara membuat:

  1. Campur tepung beras, kelapa parut, dan garam.
  2. Tuangi santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Pastikan tidak ada tepung yang menggumpal.
  3. Panaskan cetakan kue pukis di atas api sedang, poles dengan minyak, tipis saja.
  4. Tuang adonan hingga penuh, tutup. Biarkan hingga matang. Angkat.
  5. Sajikan selagi panas.