KUE CUCUR

Kenapa namanya kue cucur? Hahaha. Lucu ya namanya. Usut punya usut dari pedagang kue cucur betawi, karena cara bikinnya dengan cara meneteskan dalam jumlah banyak adonan tersebut di atas loyang. Bahasa betawinya "ngocor"; tapi oleh para pendatang dihaluskan jadi "ngucur", jadilah "cucur". So simple hah? Kue sejenis ini juga terdapat di Tasikmalaya dan diakui sebagai bagian dari budaya khas Tasikmalaya.

Nah, itu artinya, kue cucur ini tidak murni dari Betawi sebenarnya. Tapi bagian dari budaya yang dibawa oleh para migran yang datang ke Betawi di masa yang lampau. Tapi, tetap kini sudah dianggap menjadi milik Betawi.

Resep Kue Cucur

 

Bahan:

150 gram tepung beras
15 gram tepung terigu kadar protein sedang
¼ sendok teh garam
250 mililiter air
85 gram gula merah
50 gram gula pasir
1 lembar daun pandan, potong-potong
Minyak goreng secukupnya
 

Cara membuat :

Rebus semua jadi satu air bahan gula merah, gula pasir dan daun pandan hingga larut, angkat lalu saring. Diamkan sampai hangat2 kuku.
Tepung terigu, tepung beras dan garam dicampur jadi satu, tuang larutan gula sedikit-sedikit sambil diaduk dengan tangan sampai rata.
Setelah adonan kental, pukul2 dengan telapak tangan selama ± 30-40 menit sambil terus dituangi larutan gula sedikit-dikit sampai habis. Diamkan sampai 40 menit.
Siapkan wajan cekung dengan minyaknya. Minyak harus dalam keadaan panas, tuang 1 sendok adonan cucur, siram-siram dengan minyak panas sampai mengembang serta berserat dan pinggirnya membeku. Kemudian tusuk bagian tengahnya dengan lidi agar adonan yang masih mentah lari kepinggir. Siram2 lagi dengan minyak panas, balik sebentar. angkat
Ulangi langkah diatas hingga adonan habis
 

Catatan tambahan : pastikan bahwa minyak dalam keadaan panas setiap sebelum menuang adonan sehingga hasilnya dapat mengembang dan berserat. Sebelum menuang adonan harus diaduk terlebih dahulu.