Kue Ape, Kuliner

Kue ape memiliki tekstur tipis dibagian pinggirnya sehingga renyah dan garing saat digigit, sedangkan bagian tengahnya agak tebal, terkesan menggunung dan rasanya manis. Bentuknya yang agak ‘nyleneh’ menjadikan orang menjulukinya dengan kue tetek. Penjaja kue ape biasanya membawa 2 jenis adonan dalam gerobak atau pikulan, satu adonan asli berwarna putih, sedangkan satu adonan lagi berwarna hijau karena sudah dicampur air suji. Ada juga pedagang yang baru mencampurkan adonan dengan air daun suji saat pembeli memesannya. Cara ini dilakukan untuk menjaga kesegaran adonan. Kue ape memang baru dibuat jika ada orang yang membelinya karena lebih enak disantap saat masih hangat. Kue dimasak satu persatu dalam sebuah wajan kecil. Adonan cair dituang ke dalam wajan kemudian diratakan bagian pinggirnya. Setelah pinggirannya kering dan berwarna kecoklatan barulah kue diangkat. Ibu Cucu Sulaicha, pakar kuliner Betawi, menjelaskan bahwa meski cara memasak kue ape dilakukan satu persatu di dalam wajan kecil dengan tungku arang seperti pada serabi, tetapi kue ape tidaklah sama dengan kue serabi Betawi seperti yang banyak dikatakan orang.

Kue Ape menjadi jajanan yang sangat populer di kalangan anak sekolah, terutama di tahun tujuh puluhan dan delapan puluhan, karena memang penjaja kue ape sering mangkal di depan sekolah-sekolah. Biasanya dijajakan menggunakan gerobak atau pikulan dengan beberapa wajan kecil bertutup yang diletakkan di atas tungku arang. Cara memasak tradisional seperti ini membuat kue tidak cepat gosong dan dapat memberikan rasa serta aroma yang berbeda. Ada cerita lucu yang melekat dibalik nama kue ape. Kata “ape” dalam bahasa Indonesia berarti “apa”. Konon saat dibuat, orang sering bertanya “bikin kue ape bang?”. Akhirnya orang pun menyebutnya sebagai kue ape.

Bahan:

  1. 200 gram tepung terigu
  2. 100 gram tepung beras
  3. 150 gram gula pasir
  4. ¾ sendok teh baking powder
  5. ½ sendok teh garam
  6. ½ sendok teh soda kue
  7. 600 ml santan dari 1 butir kelapa
  8. Air  perasan daun suji dan daun pandan secukupnya
  9. Minyak goreng atau margarine untuk olesan

Cara membuat:

  1. Campurkan semua bahan kering dengan setengah bagian santan. Aduk perlahan-lahan sampai semua bahan tercampur rata. Kemudian masukkan sisa santan sambil terus mengaduk adonan tersebut.
  2. Panaskan wajan kue ape (wajan kecil), olesi dengan sedikit minyak atau mentega. Tuangkan sekitar satu sendok sayur adonan pada bagian pinggir wajan. Pastikan adonan yang dituang sudah merata pada bagian pinggir wajan tersebut.
  3. Masak kue ape dengan api kecil hingga bagian tengahnya matang. Sajikan selagi hangat.