KONSERVASI TUGU PATUNG DIRGANTARA

Konservasi Tugu Patung  Dirgantara merupakan kegiatan proses perawatan dan perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap tugu dan patung Dirgantara yang terletak di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Pelaksanaannya dilakukan pada tahun 2014 oleh Pusat Konservasi Cagar Budaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Konservasi ini dilakukan karena sejak tahun 1970 tugu dan patung tersebut tidak pernah mendapatkan perawatan yang memadai.

 

Berikut sejumlah analisa teknis yang akhirnya membuat tugu patung Dirgantara harus menjalani proses konservasi menyeluruh :

 

·      Hampir 100 % seluruh permukaan perunggu patung diselimuti debu dan kotoran akibat asap kendaraan (polutan).

 

·      Bagian selendang patung mengalami korosi berat atau sekitar 10 % daei seluruh luas permukaan patung.

 

·      Bagian jari tangan, pundak dan kedua jari kaki patung mengalami korosi dengan perkiraan total 5 % dari luas keseluruhan permukaan patung.

 

·      Terdapat lubang dan retakan akibat korosi bervariasi yang diameternya 0,5 cm sampai retakan sepanjang 30 cm.

 

·      Penggaraman oleh garam klorida terjadi sebesar 60-70 persen di hampir sebagian besar permukaan patung yang ditandai dengan bercak berwarna hijau pucat.

 

·      Tumbuhnya ganggang pada bagian bawah dan atas bagian beton penyangga patung.

 

 

Bahan kimia yang digunakan dalam proses konservasi patung Dirgantara adalah jeruk nipis, NaOh, Alkohol, Paraloid B-72, Aquadest, Toleune, Gliserin, Aceton, Manonceal, mortar, Polyvinil Acetat danTeepol.

 

Selama berlangsungnya proses konservasi selama beberapa bulan, lalu lintas di sekitar tugu dan patung Dirgantara tetap dibuka seperti biasa sehingga sempat menjadi tontonan dan perhatian masyarakat yang melintas kawasan tersebut.