Konser Metallica "nowhere Else To Roam" (1993), Peristiwa

Konser grup musik rock legendaris asal Amerika Serikat, Metallica pada tahun 1993 berlangsung selama dua hari yakni pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 10 - 11 April 1993. Konser ini merupakan bagian dari tur dunia mereka yang bertajuk "Nowhere Else To Roam" dimana sebelumnya Metallica tampil di Australia. Konser yang dipromotori oleh AIRO ini diselenggarakan di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Konser Metallica ini tercatat sebagai salah satu konser musisi asing paling rusuh sepanjang sejarah pertunjukan konser musisi asing di Indonesia. Sejak awal sejumlah pihak khususnya media massa sudah meragukan kesiapan promotor dan panitia untuk menggelar konser Metallica mengingat harga tiket konser yang terbilang mahal, kapasitas venue yang terbatas dan fanatisme serta antusiasme penggemar Metallica yang sangat besar di Indonesia sehingga dikhawatirkan terjadi potensi kerusuhan seperti pernah terjadi pada konser penyanyi rock legendaris Inggris, Mick Jagger yang digelar di Stadion Utama Senayan beberapa tahun sebelumnya. 

Pada hari pertama konser, kekhawatiran sejumlah pihak akhirnya benar terjadi. Ribuan penonton yang tidak memiliki tiket memaksa masuk ke dalam stadion sehingga akhirnya terjadi bentrokan dengan aparat keamanan. Bentrokan tersebut kemudian berkembang menjadi kerusuhan dimana massa merusak sejumlah fasilitas umum, properti bangunan dan kendaraan milik warga yang berada di sekitar Stadion Lebak Bulus serta sepanjang Jl. Metro Pondok Indah, bahkan sejumlah kendaraan di area parkir pertokoan Pondok Indah Mall sempat menjadi korban pengrusakan massa. Untuk mencegah kerusuhan makin meluas, massa yang tidak memiliki tiket akhirnya diperbolehkan masuk sekitar pukul 21.15 WIB menjelang berakhirnya konser. Setelah kerusuhan berhasil dikendalikan, polisi menangkap sekitar 80-110 orang untuk diperiksa di Polda Metro Jaya dan Kodim 0508. Delapan diantaranya langsung ditahan. Sementara dari hasil pemeriksaan di Kodim 0508, hanya dua orang yang ditangkap yang memiliki tiket.

Meskipun sehari sebelumnya sempat menimbulkan kerusuhan, konser hari kedua Metallica tetap digelar di tempat yang sama namun dengan pengawalan aparat keamanan yang jauh lebih banyak dan mencapai tiga kali lipat dibanding konser hari pertama. Promotor dan panitia juga memilih untuk membuka semua pintu stadion sehingga massa bisa masuk dengan gratis beberapa saat setelah konser dimulai untuk mencegah terulangnya kerusuhan, meskipun hal ini akhirnya menimbulkan kerugian besar bagi pihak penyelenggara. 

Selama berada di Jakarta personil Metallica dan rombongannya menginap di hotel Mandarin Oriental Jakarta. Akibat kerusuhan tersebut, pemerintah sempat melarang penyelenggaraan konser musik rock dari musisi asing di Indonesia selama beberapa tahun. Metallica sendiri baru kembali dan mengadakan konser di Indonesia tepat 20 tahun kemudian saat menggelar konsernya di Stadion Gelora Bung Karno pada tanggal 25 Agustus 2013.