Klappertaart, Kuliner

Klappertaart adalah kue khas Manado yang terkenal hingga ke daerah-daerah lain di Indonesia. Menu ini tersedia di rumah makan Manado atau toko-toko kue, bahkan di kota Bogor (Jawa Barat) ada toko khusus klappertaart yang terkenal dan di setiap akhir pekan diserbu oleh para pemburu kuliner. Klappertaart berasal dari Belanda yang resepnya dibawa oleh para pedagang pencari rempah-rempah, tetapi ada  pendapat lain yang menyatakan bahwa klappertaart disebarkan seiring dengan penyebaran agama Kristen di Manado. Bisa jadi kedua pendapat ini benar, karena penyebaran klappertaart hanya sebatas wilayah Manado dan hingga kini mayoritas masyarakat Manado adalah non muslim. Aslinya klappertaart menggunakan “rhum” sebagai salah satu bahan campuran. Itu sebabnya seiring kepopuleran klappertaart di luar wilayah Manado, sekarang dibuat juga klappertaart tanpa rhum yang rasanya tak kalah enak agar orang tak lagi ragu untuk mengkonsumsinya. Klappertaart sudah menjadi ikon kota Manado (Sulawesi Utara) dan masuk ke dalam kategori masakan khas Nusantara. Kue ini merupakan jenis hidangan penutup (dessert) yang selalu disajikan dalam perayaan hari-hari besar masyarakat Manado termasuk Natal. Klappertaart sendiri dalam bahasa Belanda dapat diartikan sebagai kue kelapa, dan kue ini memang identik dengan daging buah kelapa muda sebagai salah satu bahan campurannya.

Klappertaart termasuk kue dengan kandungan kalori yang cukup tinggi, sehingga bermunculan inovasi resep klappertaart rendah kalori menggunakan bahan lemak rendah kalori, susu kalsium tinggi, dan pemanis rendah kalori. Klappertaart rendah kalori sengaja dibuat agar orang-orang yang sedang diet bisa menikmati kue lezat ini, termasuk mereka yang mempunyai kadar kolesterol dan gula darah di atas batas maksimum. Di sisi lain klappertaart juga mengandung gizi yang sangat baik bagi tubuh, misalnya buah kelapa dengan kandungan kalsium, protein, lemak baik, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan vitamin B1. Susu dengan kandungan kalsium yang sangat baik bagi tulang dan mencegah osteoporosis, serta keju yang mengandung mineral, vitamin, dan laktosa. Telur yang menjadi salah satu bahan utama juga memiliki banyak vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, asam folat, vitamin B12, vitamin B6, kalsium, serta fosfor.

Klappertaart dapat dimasak dengan dua cara berbeda, yaitu dipanggang dan dikukus. Kedua cara ini akan menghasilkan penampilan klappertaart yang berbeda. Jika dipanggang akan menghasilkan klappertaart dalam bentuk yang padat, bisa dipotong layaknya kue taart pada umumnya. Jika dikukus akan menghasilkan penampilan yang seolah beku tetapi saat disantap terasa teksturnya sangat lembut, seperti “custard” yang langsung meleleh begitu masuk ke dalam mulut. Klappertaart kukus menjadi lebih nikmat ketika dimakan dalam keadaan dingin. Saat ini sudah banyak toko yang menyediakan klappertaart dengan berbagai rasa selain orginal, seperti cokelat, keju, mocca, capuccino, blueberry, rhum raisin, dan durian.

Bahan “klappertaart panggang” original (8 porsi):

  1. 4 butir kuning telur
  2. 4 butir putih telur
  3. 3 butir telur
  4. 200 gram gula pasir
  5. 50 gram tepung terigu protein sedang
  6. 25 gram tepung maizena
  7. 1 sendok teh esens rum atau vanili
  8. 50 gram margarine, cairkan
  9. 150 ml air kelapa
  10. 250 ml susu cair
  11. 2-4 butir kelapa muda, kerok, ambil dagingnya

Cara membuat:

  1. Panaskan oven dengan suhu 175°.
  2. Kocok lepas 4 butir putih telur bersama 50 gram gula pasir dan sedikit esens rum/vanili. Pisahkan.
  3. Kocok kuning telur, telur, dan 150 gram gula hingga larut. Masukkan esens rum/vanili, tepung terigu, dan tepung maizena. Aduk rata.
  4. Masukkan margarine yang telah dicairkan bersama air kelapa dan susu. Aduk rata.
  5. Siapkan wadah atau pinggan tahan panas, ukuran 22 cm bentuk bulat, atau loyang alumunium segi empat panjang ukuran 10x13 cm, atau sesuai selera. Olesi dengan margarine, tata kelapa muda dalam pinggan, tuangkan adonan, panggang selama 15 menit. Keluarkan lalu tambahkan kocokan putih telur, bentuk seperti gunung (tergantung selera), panggang kembali selama 30 menit hingga berwarna kecoklatan. Angkat, hilangkan uap panasnya, simpan dalam lemari pendingin.
  6. Sajikan dalam keadaan dingin.
  7. Sebelum dipanggang, bila suka tambahkan kismis atau kenari iris atau kombinasi keduanya.
  8. Bagi yang ragu dengan esens rum bisa menggantinya dengan esens vanili.

Bahan “klappertaart kukus”:

Bahan A:

  1. 12 kuning telur (500 gram)
  2. 10 putih telur (500 gram)
  3. ½ sendok teh garam
  4. ½ sendok teh vanilla cream
  5. ½ sendok teh postasium sorbet
  6. 16 gram SP
  7. 275 gram gula pasir

Bahan B:

  1. 175 gram terigu protein sedang
  2. 75 gram tepung maizena
  3. 45 gram susu tepung
  4. 1 sendok teh baking powder

Bahan C, cairkan:

  1. 225 gram mentega
  2. 225 gram cokelat putih

Bahan D:

  1. 500 gram kelapa muda, rebus dengan air kelapa hingga mendidih
  2. Kismis secukupnya

Bahan E:

  1. 10 gram cokelat bubuk
  2. 1 sendok teh bumbu spekoek

Cara membuat:

  1. Kocok bahan A hingga mengembang.
  2. Masukkan bahan B, kocok kembali hingga tercampur rata.
  3. Tambahkan bahan C, aduk hingga benar-benar rata.
  4. Bagi adonan menjadi 6 bagian. Masukkan satu bagian adonan ke dalam loyang 24x24x7 cm. Taburi atasnya dengan kelapa muda, kismis, dan bahan E.
  5. Kukus selama ± 10 menit. Lakukan hal yang sama sampai adonan habis dan matang. Angkat.