Kerusuhan 22 Mei 2019, Peristiwa

Kerusuhan 22 Mei 2019 adalah peristiwa aksi kerusuhan yang dilakukan sekelompok massa yang melanda beberapa wilayah di Jakarta pada tanggal 22 Mei 2019. Peristiwa ini merupakan peristiwa kerusuhan terbesar pertama yang melanda Jakarta sejak terjadinya peristiwa kerusuhan Mei 1998. Kerusuhan 22 Mei 2019 tersebut diduga sudah direncanakan sebelumnya dan terkait dengan pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang hasil pemenang Pemilu Presiden 2019. Aksi kerusuhan tersebut dimulai dari depan gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat yang kemudian meluas hingga ke wilayah Tanah Abang, Sabang dan Petamburan.  

Sebelum kerusuhan terjadi, pada tanggal 21 Mei 2019 sekitar pukul 14.30 WIB  sejumlah elemen masyarakat mengadakan demonstrasi di depan gedung Bawaslu yang menuntut penyelidikan atas dugaan adanya kecurangan dalam Pemilu 2019. Aksi tersebut berlangsung damai dan sesuai dengan UU maka pihak kepolisian meminta aksi tersebut diakhiri pada pukul 18.00 WIB. Namun mengingat masih dalam bulan suci Ramadhan, maka koordinator aksi demo meminta kelonggaran waktu agar peserta demonstrasi diizinkan untuk berbuka puasa dan menjalankan ibadah sholat Magrib, Isya hingga Tarawih. Pihak kepolisian kemudian memberikan toleransi dan sekitar pukul 21.00 WIB seluruh peserta demonstrasi tersebut sudah membubarkan diri untuk pulang.

Sekitar pukul 23.00 WIB, mendadak datang sekelompok massa tidak dikenal yang langsung melakukan aksi pengrusakan dinding pembatas (berrier) dan melempari petugas keamanan yang berjaga di depan gedung Bawaslu dengan sejumlah benda seperti batu, bom molotov dan petasan sehingga akhirnya terjadi bentrokan. Massa yang terdesak kemudian berpencar ke arah Tanah Abang dan Sabang. Beberapa pedagang yang berjualan di pinggir Jl. Sabang sempat menjadi korban aksi penjarahan massa tersebut. Massa perusuh sempat mencoba mendatangi kembali gedung Bawaslu sekitar pukul 03.00 WIB namun berhasil dilumpuhkan oleh aparat keamanan yang sudah bersiaga mengantisipasi bentrok susulan.

Pada saat bersamaan, sekelompok massa tidak dikenal melakukan aksi pengrusakan di Jl. KS. Tubun, Petamburan, Jakarta Barat dimana massa tersebut merusak dan membakar kendaraan yang diparkir di halaman asrama polisi. Aksi tersebut langsung mendapat perlawanan dari petugas kepolisian setelah upaya persuasif tidak dihiraukan sehingga terjadi bentrokan yang berlangsung hingga pagi hari. 

Keadaan mencekam berlangsung hingga keesokan harinya sebelum akhirnya pihak kepolisian bersama TNI menambah jumlah aparat yang diterjunkan untuk mengatasi kerusuhan di wilayah-wilayah tersebut agar tidak meluas. Belakangan diketahui bahwa massa yang terlibat kerusuhan sebagian besar bukan penduduk DKI Jakarta dan diduga merupakan orang bayaran dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan situasi  Ibukota Jakarta. Sebanyak 447 orang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan oleh Polri.