KERETA MRT RATANGGA, LAIN-LAIN

Ratangga merupakan nama dari rangkaian kereta MRT Jakarta yang beroperasi pada Fase I rute Lebak Bulus - Bunderan HI. Nama Ratangga diberikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tanggal 10 Desember 2018. Nama Ratangga diambil dari kitab Arjuna Wijaya dan kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Dalam bahasa Jawa Kuno Ratangga memiliki arti sebagai kereta perang. Kereta perang sendiri identik dengan simbol kekuatan dan pejuang. Gubernur Anies berharap Ratangga selalu tangguh dan kuat dalam mengangkut pejuang Jakarta yang sedang berikhtiar demi kehidupan yang lebih baik. 

Ratangga menggunakan sistem kendali kereta berbasis komunikasi serta menggunakan sumber energi pantograf listrik aliran atas sebesar 1500 VDC. Ratangga memiliki jumlah total 16 rangkaian kereta, dengan rincian 14 untuk operasional dan 2 sebagai cadangan. Setiap rangkaian kereta terdiri dari 6 gerbong sehingga total panjang satu rangkaian Ratangga adalah sepanjang 118 meter. Kereta Ratangga mampu melaju dengan kecepan maksimal 100 km / jam di jalur layang dan 80 km / jam pada jalur bawah tanah. Setiap rangkaian Ratangga dapat mengangkut 1.200-1.800 penumpang.